benuanta.co.id, BULUNGAN – Diskusi keolahragaan yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltara bersama para pengurus olahraga tak hanya soal anggaran. Namun masalah atlet yang dimiliki oleh setiap cabang olahraga.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltara, Obed Daniel Lumban Tobing mengatakan salah satu bahasan penting dalam diskusi itu adalah Kaltara harus membina atlet lokal.
“Idealnya untuk melakukan olahraga itu harus dilakukan oleh kita dan dari kita yakni atlet lokal,” ungkap Obed Daniel kepada benuanta.co.id, Kamis 14 Juli 2022.
Pasalnya selama ini, hasil evaluasi Dispora Kaltara prestasi yang dicapai itu tidak murni dari atlet lokal. Melainkan adanya campur tangan atlet luar Kaltara, tentunya ini dipengaruhi oleh beberapa hal.
“Dari diskusi kita harapkan ke depannya itu berani mengambil langkah, untuk tidak mengambil atlet dari luar. Untuk apa kita melakukan prestasi instan tapi tidak bermakna untuk pembinaan olahraga di daerah sendiri, ini bisa berdampak mematikan pembinaan atlet lokal,” tuturnya.
Dirinya yakin selama ini para atlet yang murni dari putra daerah memiliki semangat berlatih. Itu semua agar dapat mengharumkan daerah kelahirannya baik di kancah daerah, nasional maupun internasional.
“Kita tahu atlet lokal dengan semangatnya dia ingin berlatih mulai dari awal hingga menghadapi suatu event kejuaraan. Sampai pada puncaknya tidak diberikan kesempatan,” jelasnya.
Sehingga dalam diskusi keolahragaan itu semuanya sepakat mengambil langkah berani untuk membina atlet lokal. Walaupun nantinya minim prestasi, tapi dalam seiring waktu akan terasa dan matang dengan sendirinya.
“Seperti yang dipaparkan tadi walaupun kita kalah tapi harus bangga menggunakan atlet lokal daripada menang tapi atlet luar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







