Ekonomi Kaltara Tahun 2020 Turun, Minus 1,11 Persen

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltara hari ini, Jumat 5 Februari 2021 melakukan rilis data Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kaltara Triwulan IV-2020. Di mana perekonomian Kaltara tahun 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 100,54 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 60,74 triliun.

“Ekonomi Kaltara tahun 2020 tumbuh -1,11 persen, dibandingkan tahun 2019. Hal ini disebabkan tejadinya kontraksi (pertumbuhan negatif) pada beberapa lapangan usaha,” ungkap Trisno Junaidi selaku Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Kaltara kepada benuanta.co.id, Jumat 5 Februari 2021.

Kata dia, lapangan usaha di antaranya yaitu yang paling besar adalah lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang tumbuh -6,81 persen. Disusul penyediaaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh -4,45 persen, industri pengolahan yang tumbuh -3,85 persen dan transportasi dan pergudangan yang tumbuh -3,51 persen.

Baca Juga :  85 Personel Polresta Bulungan Dikerahkan Jaga Arus Mudik

“Namun demikian masih ada juga lapangan usaha yang tumbuh positif dan yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh sebesar 11,57 persen,” jelasnya.

Hal itu juga disusul oleh lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh sebesar 10,05 persen, lalu lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh sebesar 9,97 persen. “Meskipun pertumbuhannya positif karena kontribusinya yang kecil, maka tidak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltara secara keseluruhan,” bebernya.

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Kaltara tahun 2020, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,73 persen. Kemudian diikuti informasi dan komunikasi sebesar 0,20 persen, jasa pendidikan sebesar 0,15 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 0,11 persen dan lainnya yang tumbuh -0,08 persen.

Baca Juga :  Kiat Sehat Puasa ala Gubernur Zainal: Niatkan Makanan Jadi Obat

“Struktur perekonomian Kaltara 2020 didominasi 4 lapangan usaha utama yakni pertambangan dan penggalian sebesar 25,45persen, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesae 16,48 persen,  konstruksi sebesar 14,27 persen dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,19 persen,” sebut Trisno.

“Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Kaltara mencapai 68,39 persen,” sambungnya.

Dia mengatakan perekonomian Kaltara triwulan IV tahun 2020 dibanding triwulan IV tahun 2019 tumbuh -4,76 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 mengalami kontraksi mencapai 1,11 persen. Kontraksi terjadi pada komponen PK-RT, komponen PMTB dan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P).

“Sementara komponen lainnya yaitu komponen PK-LNPRT, ekspor barang dan jasa dan impor barang dan jasa mengalami pertumbuhan,” tuturnya. Kemudian struktur perekonomian Indonesia secara spasial tahun 2020 masih didominasi oleh kelompok

Baca Juga :  WFH Jumat ASN Kaltara Diklaim Tekan Biaya Operasional Kantor

provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 58,59 persen. Lalu diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,36 persen, Pulau Kalimantan 7,95 persen, Pulau Sulawesi 6,75 persen dan sisanya 5,35 persen di pulau-pulau lainnya.

Dalam regional Pulau Kalimantan struktur ekonominya pada triwulan IV-2020 mengalami penurunan sebesar 2,27 persen, ini karena seluruh provinsi mengalami penurunan.

“Kaltim mengalami penurunan tertinggi yaitu sebesar 2,85 persen, sedangkan Kaltara mengalami penurunan yang paling rendah yaitu sebesar 1,11 persen. Tiga provinsi lainnya mengalami penurunan antara 1,40 persen hingga 1,82 persen,” pungkas Trisno. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *