benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus mendorong upaya penurunan stunting, meski masih menghadapi berbagai kendala. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting Tingkat Provinsi yang digelar Rabu, 8 April 2026.
Kepala Bapperida Kaltara, Bertius, menyebut angka stunting provinsi saat ini mencapai 17,41 persen, masih di atas target nasional 14 persen. Pemerintah provinsi menargetkan penurunan stunting menjadi 11,4 persen pada 2027.
“Target kita masih belum tercapai. Kondisi saat ini 17,41 persen, target kita kurang lebih 14 persen, dan di 2027 kita ingin turun menjadi 11,4 persen,” ujar Bertius.
Menurutnya, upaya penanganan stunting menghadapi beberapa kendala, terutama keterbatasan anggaran dan kondisi geografis yang menantang. Jarak dan akses ke wilayah terpencil menjadi tantangan dalam menjangkau masyarakat.
“Keterbatasan anggaran pasti ada, tapi kita coba urai lewat kolaborasi. Provinsi kurang, dibantu kabupaten; kabupaten kurang, dibantu dunia usaha,” jelasnya.
Selain kendala anggaran, pendataan stunting yang akurat juga menjadi fokus. Bertius menekankan pentingnya evaluasi data dari Dinas Kesehatan provinsi bersama Kementerian Kesehatan agar program intervensi tepat sasaran. Sasaran utama adalah ibu hamil, anak balita, dan calon pengantin, serta perhatian pada isu pernikahan dini.
“Intervensi stunting harus tepat sasaran. Kita juga melibatkan dunia usaha, instansi vertikal, bahkan masyarakat, supaya semua bergerak bersama,” tambah Bertius.
Dengan strategi kolaboratif ini, Pemprov Kaltara tetap optimis bisa menurunkan angka stunting, sambil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan gizi anak. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







