Gali Tambahan PAD, Kaltara Telusuri Potensi Karbon Mangrove dan Gambut

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi kawasan mangrove dan gambut melalui skema perdagangan karbon.

Langkah ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubernur Zainal Arifin Paliwang mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya selama tiga tahun terakhir untuk merintis penjualan kredit karbon dari kawasan mangrove dan gambut yang tersebar di wilayah Kaltara.

Carbon trade ini sudah kita perjuangkan. Kita berupaya mencari cara untuk menjual karbon yang ada di daerah Kaltara, khususnya dari mangrove dan gambut,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :  Penyidikan Perkara Tambang, Kejati Kaltara Geledah 5 Instansi di Kabupaten Nunukan

Menurut Zainal, pihaknya kini menelusuri kemungkinan adanya potensi mangrove dan gambut dari wilayah Kaltara yang sebelumnya masuk dalam skema penjualan karbon di Kalimantan Timur (Kaltim). Hal itu mengingat pada tahap awal pengelolaan karbon, Kaltara belum terbentuk sebagai provinsi definitif.

“Kita sedang menelusuri penerimaan Kaltim kemarin, apakah ada mangrove dan gambut dari Kaltara yang ikut terjual saat itu. Karena pada proses awal, Kaltim sudah terbentuk sementara Kaltara belum,” katanya.

Baca Juga :  Kaltara Berzakat, Gubernur Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat ASN

Ia menegaskan, jika ditemukan adanya potensi karbon asal Kaltara yang turut diperhitungkan dalam skema tersebut, maka pemerintah provinsi akan meminta kompensasi yang menjadi hak daerah.

“Kita harus mendapatkan kompensasi juga. Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan Kaltim,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kaltara menyiapkan sejumlah kegiatan percontohan perdagangan karbon yang rencananya dilaksanakan di Kabupaten Nunukan. Program ini akan melibatkan pihak swasta, yakni PT Enggang Kaltara Lestari (EKL).

Baca Juga :  Gerhana Bulan Total Terlihat di Langit Kaltara Besok! Berikut Waktu Perubahan Fasenya

Zainal menambahkan, hasil dari pengelolaan karbon tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Skema kerja sama akan dituangkan dalam nota kesepahaman dengan sejumlah pihak, serta dikelola bersama badan usaha milik daerah seperti Benuanta Kaltara Jaya.

“Harapan kita, hasilnya bisa kembali untuk masyarakat. Prosesnya akan dilakukan bersama BUMD kita,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *