Akreditasi Puskesmas se Kaltara Ditarget Tahun 2026

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan seluruh Puskesmas di provinsi ini telah terakreditasi paling lambat pada 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu layanan kesehatan sekaligus pemerataan akses, khususnya bagi masyarakat di pedalaman, perbatasan, dan kepulauan.

Kepala Dinkes Kaltara Usman mengatakan hingga pertengahan 2025 dari total 61 Puskesmas yang ada, sebagian besar sudah mengantongi status akreditasi dengan tingkatan berbeda. Namun, masih ada beberapa yang perlu didorong agar memenuhi standar minimal.

Baca Juga :  Pertumbuhan Perusahaan Konstruksi di Kaltara Meningkat, Mayoritas Ada di Kota Tarakan 

“Target kami, seluruh Puskesmas sudah mencapai akreditasi minimal di tingkat Utama pada 2026,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Untuk mencapai target tersebut, Dinkes menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan manajemen mutu, melakukan supervisi rutin ke Puskesmas, serta memastikan kesiapan dokumen dan sarana pendukung.

“Kami tidak ingin Puskesmas hanya terakreditasi di atas kertas tetapi benar-benar menerapkan standar pelayanan,” tegas Usman.

Baca Juga :  HIPMI Kaltara Gelar Buka Puasa Bersama dan Memberikan Santunan Anak Yatim

Selain penguatan sumber daya, dukungan anggaran juga menjadi faktor kunci. Pemprov Kaltara telah mengalokasikan dana khusus guna mendukung persiapan akreditasi, termasuk pengadaan fasilitas dasar dan peralatan medis.

“Kalau ada Puskesmas yang kesulitan memenuhi standar, provinsi akan bantu melalui APBD maupun koordinasi dengan pusat,” tambahnya.

Dinkes Kaltara juga menggandeng lembaga akreditasi independen untuk mempercepat proses penilaian, dengan prioritas bagi Puskesmas di wilayah perbatasan yang memiliki beban pelayanan tinggi.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Komitmen Realisasikan Bantuan RT 2026

Menurut Usman, status akreditasi tidak hanya bersifat formalitas. Puskesmas yang terakreditasi bisa mengakses lebih banyak program nasional, terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.

“Target 2026 memang ambisius, tapi sangat mungkin dicapai. Jika semua pihak bekerja sama, kualitas layanan kesehatan Kaltara akan setara dengan daerah lain di Indonesia,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *