BAKTI Kemenkomdigi Tingkatkan Kapasitas Internet, Target 100 Titik Akses Baru di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) terus berupaya meningkatkan layanan internet di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya dalam menghadapi kebutuhan data yang terus meningkat.

Kepala Divisi Infrastruktur Satelit BAKTI Kemenkomdigi, Harris Sangidun, menyampaikan peningkatan kapasitas internet menjadi langkah penting seiring tren konsumsi konten masyarakat yang kini lebih banyak mengarah pada video dan animasi.

“Kami menyadari bahwa kebutuhan bandwidth terus berkembang. Karena itu, kami sudah mulai meningkatkan kapasitas internet di sejumlah BTS, dari semula 2 Mbps menjadi minimal 4 hingga 10 Mbps,” ujarnya Rabu (30/7/2025).

Baca Juga :  Safari Ramadan di Yayasan As Sakinah, Rahmawati Fasilitasi Kebutuhan Anak Yatim ke Pemerintah

Ia menyebutkan, peningkatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BAKTI untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang lebih cepat dan stabil.

Terkait rencana mencapai zero blank spot di Kaltara, Harris menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima data dan usulan dari pemerintah daerah melalui Diskominfo Provinsi Kaltara.

“Ada lebih dari 150 usulan, baik pembangunan tower maupun akses internet. Saat ini sedang kami analisis dan pilah berdasarkan kebutuhan yang paling prioritas,” ujarnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, BAKTI memastikan akan membangun 100 titik akses internet baru di Kaltara tahun ini. Namun, untuk pembangunan BTS baru, Harris menyebutkan masih dalam tahap kajian.

Baca Juga :  Kaltara Berzakat, Gubernur Dorong Optimalisasi Penghimpunan Zakat ASN

“BTS baru belum akan kami bangun tahun ini karena masih perlu dilakukan analisis lebih lanjut serta menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” tambahnya.

Sejak tahun 2016, BAKTI telah melakukan pembangunan BTS dan akses internet di sejumlah wilayah Kaltara sebagai bentuk prioritas terhadap daerah perbatasan.

“Kaltara memang menjadi prioritas Karena merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain,” ungkapnya.

Kendati demikian, Harris juga menyoroti masih adanya wilayah yang masuk kategori blank spot, bahkan mengalami penambahan titik. Hal ini, menurutnya, perlu ditelusuri lebih jauh karena tidak semua BTS dibangun oleh BAKTI.

Baca Juga :  Luas Panen dan Produksi Padi Kaltara Naik di Atas 20 Persen pada 2025

“Perlu kami analisis dulu. Karena selain BAKTI, ada juga BTS dari operator komersial maupun yang dibangun pemerintah daerah bekerja sama dengan provider,” terang Harris.

Dengan adanya 100 titik akses baru dan dukungan penuh dari Pemda, Harris berharap konektivitas di Kaltara semakin merata dan mampu mendukung transformasi digital di wilayah perbatasan dan pedalaman. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *