benuanta.co.id, TARAKAN – Persiapan pelaksanaan lomba balap speedboat bertajuk Piala Gubernur di Kota Tarakan terus dimatangkan oleh panitia pelaksana.
Kegiatan ini akan menjadi yang pertama kalinya diadakan di wilayah tersebut dengan cakupan peserta tingkat nasional hingga internasional.
Ketua Panitia, Zainal Abidin menyampaikan berbagai upaya promosi telah dilakukan agar kegiatan ini dikenal luas masyarakat. “Untuk persiapan sendiri kami dari panitia sudah memasang banner di beberapa titik seperti di Juwata, Lingkas, Beringin, Perikanan, dan di Jalan Mulawarman, tepatnya di atas Kedai Relate,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Selasa (8/7/2025).
Selain promosi, pihak panitia juga telah menetapkan lokasi perlombaan, yakni di Sabindo, tepatnya di Komplek TPI Tarakan Barat, Jalan Gajah Mada, Karang Rejo.
“Untuk lokasi juga sudah ditentukan. Jalur-jalur balapan juga sudah kami siapkan, termasuk rute dan kedalaman airnya. Kami juga sudah pasang buoy sebagai patokan belokan,” paparnya.
Agenda lomba mengalami sedikit perubahan dari jadwal semula. Penyesuaian ini dilakukan agar semua persiapan bisa lebih matang, termasuk teknis lapangan dan koordinasi antarinstansi.
“Awalnya itu dijadwalkan pada 2 Agustus, tapi ada sedikit perubahan yakni sekarang diundur jadi 3 Agustus,” ungkapnya.
Antusiasme peserta juga disebut sangat tinggi. Zainal menyebutkan peserta yang sudah mendaftar tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. “Peserta juga sudah ada beberapa yang mendaftar, bahkan cakupannya nasional hingga internasional karena ada peserta dari Tawau, Malaysia,” tuturnya.
Panitia lomba juga berasal dari kalangan profesional. Penyesuaian ini dilakukan agar semua persiapan bisa lebih matang, termasuk teknis lapangan dan koordinasi antarinstansi.
“Untuk kepanitiaan sendiri itu juga dari tenaga profesional, yang mana sebagian berasal dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI),” terangnya.
Dari segi hadiah, lomba ini menawarkan total hadiah yang terbilang besar. Total hadiah sendiri itu sangat fantastis yaitu Rp120.000.000. Konsep yang diusung juga mengacu pada lomba-lomba sebelumnya yang tidak membagi kelas peserta.
“Untuk perlombaannya sendiri ini kelasnya umum, tidak ada kelas-kelas tertentu yang dilombakan,” kata Zainal.
Keamanan kegiatan turut menjadi perhatian utama. Panitia telah menjalin koordinasi dengan berbagai instansi seperti Dispora Provinsi Kaltara, Dinas Pariwisata, Polres, Dinas Perhubungan, KSOP, hingga rumah sakit untuk memastikan kesiapan izin dan pengamanan lintas sektor.
“Untuk koordinasi lintas instansi semuanya telah kami rampungkan,” tegasnya.
Zainal juga menyebutkan sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses persiapan. Ia berharap lomba perdana ini bisa menjadi agenda tahunan dan ikon baru wisata olahraga di Kalimantan Utara. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







