Adik Presiden Irlandia Diculik saat Israel Cegat Flotila Gaza

London – Adik perempuan Presiden Irlandia Catherine Connolly dilaporkan menjadi salah satu aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) ke Jalur Gaza yang ditangkap pasukan Zionis Israel, menurut laporan media, Senin.

Irish Independent melaporkan bahwa menurut para aktivis, Margaret Connolly adalah satu dari enam warga negara Irlandia dalam flotila yang diculik Israel.

Adapun menurut Global Sumud Flotilla, 10 dari total 60 kapal yang tergabung dalam konvoi pelayaran kemanusiaan Gaza dicegat dan diambil alih pasukan Zionis di perairan internasional pada Senin.

Mereka mengatakan, pencegatan terjadi sekitar 70 mil laut dari Pulau Siprus, dengan enam dari 15 peserta asal Irlandia tertangkap.

Koalisi tersebut kemudian merilis video Connolly dan lima aktivis lainnya yang direkam sebelum pencegatan.

“Jika anda menyaksikan video ini, berarti saya telah diculik dari kapal saya oleh pasukan penjajah Israel, dan saya saat ini ditahan secara ilegal di penjara Israel,” ucap adik dari presiden Irlandia itu dalam videonya.

“Saya sangat bangga ikut serta dalam flotila ini, menjadi yang terbesar hingga saat ini,” kata dia.

Pasukan Zionis pada Senin menyerang dan mencegat konvoi kemanusiaan GSF di perairan internasional dan menangkap sekitar 100 aktivis yang berupaya menerobos blokade Zionis Israel terhadap Jalur Gaza.

Flotilla yang terdiri dari 50 kapal lebih tersebut berlayar pada Kamis dari wilayah Marmaris di Turki dalam upaya terbaru mereka menerobos blokade Israel di Gaza sejak 2007.

Penyelenggara gerakan tersebut mengatakan, misi kali ini diikuti 426 orang, termasuk 96 aktivis asal Turki serta ratusan orang dari 39 negara lainnya, termasuk Jerman, Amerika Serikat, Indonesia, Argentina, dan Australia.

Kemudian Bahrain, Brasil, Aljazair, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.

Pasukan Zionis Israel sebelumnya melancarkan serangan terhadap konvoi bantuan kemanusiaan GSF di pesisir Pulau Kreta, Yunani, pada 29 April lalu.

 

Sumber: Anadolu / Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *