“Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” kata Iravani kepada wartawan di markas besar PBB.
Ia menyatakan bahwa Iran hanya menargetkan sasaran militer sebagai tanggapan atas agresi yang ditujukan kepada negaranya.
“Iran hanya menargetkan sasaran militer dari pihak penyerang. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga. Saat ini kami sedang menyelidiki tuduhan terkait serangan terhadap lokasi nonmiliter,” kata Iravani.
“Penilaian awal kami menunjukkan bahwa beberapa insiden tersebut mungkin terjadi akibat intersepsi atau gangguan oleh sistem pertahanan Amerika Serikat yang dapat menyebabkan serangan menyimpang dari target militer yang dimaksud,” ujarnya menambahkan.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang.
“Iran tidak mencari perang. Iran tidak menginginkan eskalasi. Namun Iran tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya,” kata Iravani.
“Peradaban kami yang kuno dan membanggakan menunjukkan bahwa Iran selalu menjadi bangsa yang mencintai perdamaian serta berkomitmen pada hidup berdampingan, martabat, dan saling menghormati antarbangsa. Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela rakyat kami, wilayah kami, dan kemerdekaan kami,” katanya.
Iravani menambahkan bahwa pemilihan kepemimpinan Iran sepenuhnya ditentukan oleh rakyat Iran tanpa campur tangan pihak asing.
“Iran adalah negara yang berdaulat dan merdeka. Iran tidak menerima dan tidak akan pernah mengizinkan kekuatan asing mencampuri urusan dalam negerinya. Konstitusi kami jelas. Pemilihan kepemimpinan Iran akan dilakukan sepenuhnya sesuai dengan prosedur konstitusional kami dan semata-mata berdasarkan kehendak rakyat Iran tanpa campur tangan asing,” ujarnya.
Ia juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel.
“Kami menyerukan kepada seluruh negara anggota untuk mengecam agresi ini, kejahatan perang ini, dan mengambil tindakan segera untuk menghentikan perang kriminal terhadap rakyat Iran, sebuah perang yang menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional,” kata Perwakilan Tetap Iran untuk PBB itu.
“Dewan Keamanan harus bertindak sekarang, dengan tegas, jelas, dan tanpa penundaan. Kegagalan untuk bertindak akan menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Hari ini Iran, besok bisa negara anggota lainnya,” kata Iravani.
Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil. Serangan tersebut mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah, sebagai tindakan pertahanan diri.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA /Antara







