Sepanjang 2025, Kemenag Tarakan Catat 1.096 Layanan Pernikahan

benunata.co.id, TARAKAN – Data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas Biaya Nikah atau Rujuk Kementerian Agama Kota Tarakan Tahun 2025 mencatat total 1.096 peristiwa pernikahan sepanjang Januari hingga November 2025.

Angka tersebut merupakan akumulasi seluruh peristiwa pernikahan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Tarakan Barat, Tengah, Timur, dan Utara, baik pernikahan di kantor, di luar kantor, maupun isbat nikah yang muncul pada bulan-bulan tertentu.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Binmas Islam) Kemenag Kota Tarakan, Muhammad Aslam, mengatakan rekapitulasi tersebut disusun dari laporan bulanan masing-masing KUA dan dicatat secara terpisah sesuai jenis peristiwa. Dengan pola pencatatan tersebut, setiap bulan menunjukkan dinamika layanan yang berbeda.

“Semua angka ini berasal dari laporan resmi KUA masing-masing kecamatan,” ungkapnya, Senin (29/12/2025).

Pada triwulan pertama 2025, layanan pernikahan masih didominasi oleh bimbingan perkawinan dan peristiwa nikah. Januari mencatat 121 peristiwa nikah, disusul Februari yang meningkat menjadi 133 peristiwa, sementara Maret mengalami penurunan tajam hingga hanya 19 peristiwa nikah.

Baca Juga :  329 Bencana Landa Tarakan Sepanjang 2025, Dua Warga Meninggal Dunia

Kondisi ini menjadikan Maret sebagai bulan dengan aktivitas pernikahan paling rendah sepanjang periode Januari–November. “Maret memang paling sepi,” katanya

Memasuki April, pola pencatatan layanan berubah. Mulai bulan ini, data PNBP lebih banyak diisi oleh pernikahan yang dilaksanakan di kantor dan di luar kantor. Pada April tercatat 138 peristiwa pernikahan, yang terdiri dari 36 pernikahan di kantor, 101 pernikahan di luar kantor, serta satu peristiwa isbat.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding Maret. “Sejak April, nikah luar kantor mulai mendominasi,” ujarnya.

Pada Mei, jumlah peristiwa pernikahan kembali menurun. Total peristiwa tercatat 55 pernikahan, dengan 28 pernikahan di kantor, 26 di luar kantor, serta satu peristiwa isbat.

Penurunan ini menjadikan Mei sebagai salah satu bulan dengan aktivitas relatif rendah setelah Maret. “Mei termasuk bulan yang tidak terlalu padat,” jelasnya.

Baca Juga :  Speedboat Mesin 40 PK Terbakar di Perairan Juata Laut, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp30 Juta

Lonjakan tajam terjadi pada Juni 2025, yang menjadi bulan dengan jumlah peristiwa pernikahan tertinggi sepanjang tahun berjalan. Pada bulan ini tercatat 149 peristiwa, terdiri dari 54 pernikahan di kantor, 95 pernikahan di luar kantor, serta lima peristiwa isbat.

Angka tersebut jauh melampaui bulan-bulan lainnya. “Juni menjadi puncak layanan pernikahan,” terangnya.

Setelah Juni, jumlah peristiwa pernikahan kembali menurun namun tetap berada pada level yang cukup tinggi. Juli mencatat 76 peristiwa, Agustus meningkat menjadi 117 peristiwa, September 99 peristiwa, Oktober 93 peristiwa, dan November 96 peristiwa.

Fluktuasi ini menunjukkan bahwa layanan pernikahan tetap stabil hingga akhir periode pelaporan. “Setelah puncak Juni, trennya naik-turun tapi stabil,” ujarnya.

Jika dilihat berdasarkan lokasi pelaksanaan, sepanjang April hingga November pernikahan di luar kantor lebih mendominasi dibanding pernikahan di kantor. Total pernikahan di luar kantor mencapai 513 peristiwa, sementara pernikahan di kantor tercatat 306 peristiwa.

Baca Juga :  Disdik Tarakan Akui Baru Tahu Ada Dugaan Penyimpangan Seksual Siswa dari RDP

Puncak pernikahan di luar kantor terjadi pada Juni dengan 95 peristiwa, sedangkan yang terendah terjadi pada Mei dengan 26 peristiwa. “Nikah luar kantor memang paling banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, peristiwa isbat nikah tidak muncul setiap bulan, namun tercatat pada bulan-bulan tertentu dengan total 17 peristiwa sepanjang April hingga November. Isbat paling banyak terjadi pada Agustus sebanyak enam peristiwa, sedangkan Oktober dan November tidak mencatat isbat sama sekali. “Isbat hanya muncul di bulan tertentu,” ujarnya.

Aslam menambahkan, data Desember 2025 belum dimasukkan dalam rekap ini karena bulan masih berjalan dan akan dilaporkan pada Januari 2026. “Laporan ini baru sampai November, untuk Desember belum karena biasanya dilaporkan sebulan setelahnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *