benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) meningkatkan jumlah penyalahguna untuk dilakukan rehabilitasi. Pada 2024, pihaknya ditargetkan menangani sebanyak 105 klien, namun BNNP berhasil melakukan penanganan terhadap 137 klien.
Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Tatar Nugroho menyebut, peningkatan rehabilitasi ini semata-mata dilakukan untuk menekan angka permintaan narkotika di Kaltara.
“Diharapkan kalau angka penyalahguna yang direhab tinggi maka akan menurunkan angka prevalensi permintaan di Kaltara,” sebutnya, Senin (6/1/2025).
Adapun langkah yang dilakukan yakni berkoordinasinya dengan aparat kepolisian untuk mengerahkan Bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan yang ada. Dengan begitu, para pengguna narkotika akan lebih mudah terjaring petugas.
“Dan mereka diantar untuk direhabilitasi. Harapan kita orang yang direhabilitasi makin banyak,” lanjutnya.
Seperti diketahui, Kaltara belum memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan rehabilitasi. Sehingga, BNNP Kaltara juga telah mengambil langkah alternatif dengan bekerja sama ke rumah sakit yang ada di Kaltara. Seperti, Rumah Sakit Bhayangkara, Rumah Sakit Pertamedika yang saat ini sudah mulai menerima rawat inap untuk rehabilitasi.
“Saat ini masih berproses, sambil memenuhi kebutuhan SDM seperti dokter jiwa, dokter medisnya dan psikologinya. Kita sudah bicarakan dengan BNNP Pusat juga dan direktur rumah sakitnya. Sudah menyanggupi perjanjian kerjasama,” beber Tatar.
Dengan adanya kerjasama ke rumah sakit di Kaltara, mampu menjawab fasilitas rehabilitasi rawat inap yang selama ini dikeluhkan tidak bisa dilakukan. Adapun saat ini, hanya Yayasan Sekata yang dapat melakukan rehabilitasi rawat inap. Namun, kuota yang disediakan terbatas hanya 6 orang saja.
“Itu kurang ya dari syarat yang ditentukan. Belum lagi kita harus kirim ke Tanah Merah, Samarinda. Kalau kita tidak lakukan rehabilitasi, pengguna dan permintaan akan meningkat,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa