Simulasi Penanganan Kebocoran Minyak dan Kebakaran di Area SP 1 Tarakan Field Berjalan Sukses

Tarakan – Pertamina EP Tarakan Field melaksanakan kegiatan gabungan simulasi penanggulangan keadaan darurat kebakaran, tumpahan minyak, kebakaran hingga aksi demo masyarakat di area Tanki Test Stasiun Pengumpul 1 (SP 1) Kampung Satu, Jumat (7/6).

Skenarion dalam simulasi ini awalnya saat proses pemompaan minyak dari cluster sumur PAM 17 melalui trunk line 6 menuju SP1 pukul 09.30 WITA terjadi kebocoran minyak mentah akibat kondisi pipa sudah korosi. Dekat lokasi SP 1, terdapat seorang warga bermain petasan sehingga mengenai kebocoran minyak di SP 1.

Terjadilah nyala api di area SP 1 area tanki test. Warga yang bermain pertasan terkena dampak seperti sambaran api dan mengalami luka bakar. Nah, sekuriti SP 1 yang melihat keadaan ini menyembunyikan sirine emergency dan melaporkan kejadian kepada posko utama sekuriti dan tim produksi melalui radio, termasuk ke emergency Fire Brigade.

Tim produksi yang menerima laporan kejadian meneruskan kepada supervisor produksi. Tim Fire Brigade menindaklanjuti laporan langsung melakukan persiapan menuju lokasi kebakaran di SP1. Upaya pertama yang dilakukan supervisor produksi dengan memerintahkan operator terdekat mengisolasi aliran shut in semua sumur di cluster PAM 17 dan menutup valve manifold menuju SP1.

Baca Juga :  Pasar Tradisional Diserbu Warga Jelang Iduladha, Omzet Pedagang Meroket

Hingga informasi kebakaran sampai ke Field Manager Tarakan dan memerintahkan langkah penanganan secara maksimal. Saat tim Fire Brigade telah tiba di lokasi dan melakukan asesmen, terdapat satu petugas tidak ditemukan di muster area SP 1 dan terdapat 1 orang warga tergeletak di sekitar SP 1.

Kebakaran hebat terus terjadi di SP 1 Tarakan Field, karena membutuhkan bantuan akhirnya Pertamina berkoordinasi ke pemerintah Kota Tarakan untuk mengaktfikan MoU terkait penanggulangan bencana di antaranya penanganan kebakaran dan tumpahan minyak. Tim sekuriti Pertamina melakukan evakuasi warga di sekitar lokasi kebakaran menuju lokasi yang lebih aman.

Tak berselang lama, Tim Satpol PP dan pemadam kebakaran Kota Tarakan tiba di lokasi untuk membantu memadamkan api (fire fighting). Petugas dinas perhubungan melakukan pengaturan lalu lintas bersama kepolisian dari satuan lalu lintas Polres Tarakan. Selain itu, terdapat juga dinas kesehatan Kota Tarakan dan petugas medis dari RS Pertamina Tarakan untuk melakukan pertolongan ke korban yang ditemukan di lokasi.

Baca Juga :  Sidak Memastikan Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok

Terpantau petugas fire brigade Pertamina mengevakuasi dua orang korban di area SP 1 untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan, terjadi demo huru hara dari masyarakat sekitar lokasi kejadian yang mempertanyakan aspek keselamatan operasional pihak Pertamina. Tim sekuriti terlihat membentuk brigade untuk menahan warga yang demo yang dibantu personel TNI-Polri. Demo pun dapat ditangani. Demikian jalannya skenario simulasi penanganan kedaruratan di area SP 1 milik Pertamina EP Tarakan Field.

Kalaksa BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan kegiatan ini telah berjalan dengan lancar dan dia mengapresiasi kepada pihak yang terlibat dan semuanya berjalan sesuai skenario. “Pertamina ada kerja sama soal kedaruratan dengan pemerintah kota sehingga kami menyampaikan kita sama-sama mengaktivasi kedaruratan, kami menghubungi semua stekholder untuk menyiapkan penanganan itu,” jelas Yonsep usai simulasi dilaksanakan.

Yonsep menambahkan, tingkat risiko yang tinggi di area yang dekat dengan wilayah kerja Pertamina karena padat penduduk.Tujuan kegiatan ini juga selain mengedukasi kepada masyarakat, juga melatih kemampuan lapangan stekholder yang ada dan mengantisipasi jumlah korban yang jatuh semakin bertambah bila terjadi insiden.

Baca Juga :  TIPD Kota Tarakan Bakal Lakukan Monev ke Pasar Pasca Iduladha 1445 H

Sementara Field Manager Tarakan Pertamina EP, Cahyo Tri Mulyanto menyampaikan, pelaksanaan simulasi berjalan dengan baik dan lancar, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) hingga peralatan pendukungnya. “Yang kita lakukan dapat melakukan penanganan insiden itu secara benar mengikuti prosedur dan tentu saja secepat mungkin sehingga tidak ada korban secara material, jiwa yang lebih besar lagi. Pelaksanaan penanganan sesuai prosedur dan tata waktu dengan baik,” ujar Cahyo.

Cahyo menambahkan, prosedur penanganan minyak, jika kurang tepat dampaknya minyak bisa merambah ke lingkungan sekitar, sehingga langkah pertama yang dilakukan penutupan sumur produksi. Setelah isolasi, dilakukan penyemprotan air dan foam agar kebakaran tidak meluas. Termasuk penanganan ceceran minyak di lingkungan, timnya berhasil melakukan pengisapan minyak menggunakan peralatan skimmer termasuk juga absorbent (penyerap zat) dan oil boom sehingga tidak merambat di lingkungan lebih luas.(*)

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1977 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *