Jelang Idul Adha, Bulog dan Pemkot Tarakan Gelar Pasar Murah

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Kota Tarakan akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah di halaman Masjid Al’maarif Tarakan.

Penggelaran GPM rencananya akan digelar pada 11 atau 12 Juni 2024 mendatang. Pimpinan Cabang Perum Bulog Tarakan, Sri Budi Prasetyo mengatakan tujuan pelaksanaan GMP guna mengendalikan inflasi dan harga komoditas pangan menjelang Idul Adha.

“Kepastiannya masih menunggu konfirmasi dari Dinas Ketahanan Pangan,” katanya di Tarakan, Kamis (6/6/2024).

Pihaknya menyediakan beras sebanyak 12 ton, gula 1 ton dan minyak goreng 2.000 dus pada kegiatan GPM tersebut. Terkait beras yang akan disediakan berupa  beras Penugasan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan premium dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Sidak Memastikan Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok

“Beras SPHP dijual tidak melebih HET, kalau di Kalimantan HET-nya Rp 13.100 per Kilogram. Jadi per 5 Kg nya Rp 65.500, tapi nanti kami jual di kisaran Rp 62.000-63.000 sedangkan beras premium di jual Rp 75.000 per 5 Kilogram,” ucapnya.

Dikatakan Budi terdapat peningkatan permintaan beras Penugasan SPHP dan premium di kalangan masyarakat. Peningkatan permintaan tersebut dikarenakan semakin dekatnya Idul Adha. Hal ini memang telah menjadi karakteristik masyarakat saat menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK) di mana terjadi peningkatan konsumsi untuk persiapan menyambut hari raya.

Baca Juga :  Pelaku UMKM Nunukan Meningkat Signifikan, Dominan Secara Mandiri 

Kendati demikian, ia menegaskan untuk ketersediaan stok di Kota Tarakan relatif aman hingga Idul Adha nantinya.

“Beras kami punya 455.000 ton, gula kurang lebih 7 ton dan minyak goreng akan datang sebanyak 38.000 liter. Jadi untuk Iduladha ini kami menjamin stok di Bulog relatif aman dan Insya Allah harganya terjangkau,” tegasnya.

Baca Juga :  TIPD Kota Tarakan Bakal Lakukan Monev ke Pasar Pasca Iduladha 1445 H

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli barang sembako dalam jumlah banyak. Menurutnya, panic buying akan berdampak terhadap berkurangnya stok di pasaran, sehingga memicu kenaikan harga barang sembako di pasaran. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1991 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *