Lanjutkan 2 Periode, Zainal A Paliwang dapat Dukungan 8 Parpol Non Parlemen

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dukungan terhadap Zainal Arifin Paliwang untuk kembali memimpin Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2024-2029 kembali mengalir deras.

Dukungan tersebut dinyatakan langsung saat bakal calon gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang bertandang ke sekretariat Koalisi Kaltara Bersatu (KKB) di Sabanar Lama, Tanjung Selor, Bulungan, Jumat (31/5/2024).

Koalisi ini berisikan sejumlah Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu yang tidak mendapatkan kursi pada Pemilu Legeslatif (Pileg) DPRD Provinsi Kaltara 2024 atau parpol non parlemen.

Zainal yang datang dengan didampingi oleh para relawannya, disambut hangat oleh beberapa pimpinan Parpol anggota KKB. Di antaranya ada Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Kaltara, Baim, sekretaris Partai Buruh Abdul Rahman Aco, sekretaris Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaltara, dan lainnya.

Suasana penuh keakraban terlihat dalam silaturahmi non formal tersebut. Diskusi, disertai perbincangan ringan dilakukan antara bakal calon gubernur petahan itu, dengan beberapa pengurus parpol anggota KKB.

Ditemui usai pertemuan, Zainal A Paliwang mengatakan, kedatangannya ke sekretariat KKB atas undangan silaturahmi, sekaligus membangun komunikasi.

Baca Juga :  Irwan Sabri Tawarkan Solusi Jangka Panjang dalam Membangun Nunukan

“Alhamdulillah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada teman-teman dari Parpol non parlemen yang tergabung dalam KKB, yang bersepakat untuk memberikan dukungan, untuk siap bersama-sama dengan kami,” ujar Zainal.

DUKUNGAN: Bakal calon petahana gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang bersama pengurus Parpol non Parlemen, anggota KKB, Jumat (31/5/2024).

Adanya dukungan dari koalisi gabungan non parlemen ini, menurut Zainal menambah optimisme yang sudah terbangun untuk mantap maju sebagai calon gubernur Kaltara pada Pilkada 2024 ini.

“Ini respons yang sangat baik. Sekaligus menjadi tambahan peluru meriam bagi saya untuk maju kembali menjadi calon gubernur Kaltara,” katanya.

Di tempat sama, Ketua KKB Abdul Rahman Aco mengatakan, koalisi ini terbentuk berangkat dari kesamaan nasib dalam Pileg DPRD Kaltara dan Pileg di sejumlah DPRD kabupaten/kota. Di mana, delapan Parpol tersebut belum berhasil menempatkan caleg-nya sebagai salah satu wakil rakyat di gedung parlemen daerah.

“Koalisi Kaltara Bersatu atau yang disingkat KKB, merupakan gabungan dari partai-partai yang tidak mendapat kursi di DPRD Kaltara dan beberapa DPRD kabupaten/kota. Itu yang mendasari terbentuknya koalisi ini,” kata Abdul Rahman Aco.

Baca Juga :  KPU RI Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pasca Pemungutan Suara di Wilayah 3T 

Terkait dukungan kepada Zainal A Paliwang, dikatakan Abdul Rahman, merupakan kesepakatan bersama antara parpol anggota koalisi. Hanya aja, untuk dukungan resmi, nanti menunggu keputusan dari DPP masing-masing Parpol.

“Sementara baru rekomendasi dari kami, KKB. Untuk dukungan resmi dari Parpol, nanti masing-masing Parpol anggota koalisi menyampaikan pengurus pusat. Untuk mengeluarkan surat dukungan,” kata Aco.

Dia menambahkan, meski telah memberikan rekomendasi kepada Zainal A Paliwang, KKB tidak menutup komunikasi dengan bakal calon kepala daerah lainnya.

“Jadi sama seperti partai lain yang memiliki kursi di DPRD yang membuka penjaringan, kami juga memberikan ruang bagi bakal calon kepala daerah di Kaltara,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kendati tidak memiliki kursi di parlemen, beberapa Parpol yang tergabung dalam KKB tetap ingin berkontribusi dalam Pilkada 2024, baik di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi.

Kedelapan Parpol ini, antara lain Partai Perindo, Partai Gelora, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Ummat dan Partai Buruh.

Baca Juga :  Bawaslu Kaltara Gelar Konsolidasi bersama Awak Media dan Mahasiswa

Dari 8 partai yang tergabung dalam koalisi, jelas Abdul Rahman, tinggal Pengurus Partai Perindo dan Partai Ummat yang belum menandatangani surat pernyataan bergabung dalam koalisi.

“Jadi sementara ini yang sudah resmi bergabung ada enam partai, dua partai lain belum tanda tangan,” jelasnya.

Abdul Rahman mengakui, bahwa tujuan pembentukan koalisi mengarah pada pelaksanaan Pilkada 2024. KKB bersepakat akan tampil sebagai pendukung salah satu pasangan calon kepala daerah.

Disebutkan, meski tidak memiliki kursi di DPRD Kaltara, perolehan suara gabungan dari 8 Parpol ini, pada Pileg 2024 cukup signifikan. Yakni, mencapai 40.000 suara lebih. (*)

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2014 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *