CJH Anggap Delay Salah Satu Ujian Kesabaran dalam Menjalankan Ibadah

benuanta.co.id, TARAKAN – Para Calon Jamaah Haji (CJH) kloter pertama Kota Tarakan menganggap keterlambatan keberangkatan pesawat atau delay yang terjadi saat hendak berangkat ke embarkasi Balikpapan adalah ujian kesabaran menuju Tanah Suci.

Salah satu CJH berusia 60 tahun, Srianti mengatakan hal ini merupakan ujian. Oleh karena itu, sepatutnya CJH tetap bersabar dan mengikuti alurnya.

“Namanya ujian, kita sabar aja kami mengikuti jalur aja. Tadi datang jam 6 kan dijadwalkan jam setengah tujuh di sini. Sekalinya dengar kabar ditunda lagi berangkatnya jam 1.10 menit. Kita menunggu aja di sini kan dari pada kita pulang kelewatan jalannya (tertinggal),” ujarnya.

Sambil menunggu waktu keberangkatan tiba, ia pun mengisi waktu luang tersebut dengan berdzikir dari pada harus marah akibat penundaan keberangkatan.

Baca Juga :  Jamaah Haji Asal Tarakan Kondisinya Sehat, Cuaca Ekstrem hingga 45 Derajat Celcius 

“Ini baru cobaan awalkan kalau dipikir. Nggk mungkin marah-marah kalau ada pemberitahuan apa kita menunggu aja ,” ungkapnya.

Ia pun mebeberkan untuk menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, ia telah menunggu selama 12 tahun lamanya. Srianti pun telah mempersiapkan fisik dan mental selama di Tanah Suci nantinya.

“Siap aja sudah. Saya memang dari awal kita sudah jaga fisik, mental. Manasiknya kemarin tawaf sanggup aja. Manasiknya 10 har. Ini haji pertama, menunggu hampir 12 tahun dari 2013,” tegasnya.

Terpisah, Salah satu CJH yang merupakan CJH mutasi dari Timika, Papua, Hasia Malumba (93) yang dimpingi oleh anaknya Hj. Siti Hasna mengatakan terkait delay pihaknya tidak merasa keberatan. Ia menganggap dalam proses ibadah banyak kesabaran dibutuhkan oleh CJH.

Baca Juga :  SMA Negeri 5 Tarakan Dibuka Tahun Ini

“Kalau saya nggak ada masalah (delay) karena memang kita itu mau berangkat ibadah memang butuh kesabaran. Insyaallah mama saya orangnya sabar nggak banyak neko-neko, nggak banyak bicara insyaallah bisa menjalani semuanya,” jelasnya.

”Nunggu itu 5 tahun dari 2018 berangkat 2024. Karena memang disana tuh cepat jaman saya daftar. Dia (ibunya) tiga tahun di janjikan karena ada covid jadi tertunda 2 tahun. Ini jemaah mutasi dari Timika, Papua,” tambahnya.

Terkait persiapan sendiri, dikatakan Siti semua berjalan dengan baik dan lancar mulai dari cek kesehatan, biodata, dan pengurusan visa. Bahkan untuk kesehatan fisik ia mengatakan ibunya dalam konsidi baik-baik walaupun memiliki riwat tekanan dan penyakit lambung.

Baca Juga :  Idul Adha 2024, Pemkot Tarakan Alokasikan 10 Ekor Sapi 

“Kalau persiapan khusus dari saya hanya obat-obatannya untuk dikonsumsi setiap hari itu aja. Ada riwayat lambung, tekanan tetapi yang saat ini saya khawatirkan penyakitnya yang dari lambung makanya saya bekali obat untuk 42 hari. Dia sehat aja, cuma kita sebagai anaknya yang khawatir. Sudah (suntik meningitis), vaksin juga yang kemarin sudah 3 kali (Covid),” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2014 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *