Ekspor Non Migas Periode Januari-Maret Meningkat 52,45 Persen dari Tahun Lalu

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mencatat ekspor komoditi melalui pelabuhan di Kaltara pada Maret 2024 mengalami penurunan sebesar 51,57 persen dibanding Februari 2024, yaitu dari USD366,80 juta menjadi USD177,63 juta.

Komoditi ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada Maret 2024, seluruhnya merupakan komoditi barang non migas. Nilai ekspor non migas periode Januari-Maret 2024 mencapai USD905,43 juta, atau naik sebesar 52,45 persen dibanding periode Januari-Maret 2023.

“Penurunan ekspor Maret 2024 dibandingkan dengan Februari 2024 disebabkan oleh menurunnya ekspor kelompok barang non migas, hasil tambang turun 86,23 persen, sedangkan hasil industri dan hasil pertanian mengalami peningkatan dengan besar peningkatan masing-masing sebesar 333,68 dan 16,81 persen,” ujar Rifai.

Baca Juga :  Maknai 29 Tahun Perjalanannya, Telkomsel Berkomitmen untuk Maju Serentak Berikan Dampak bagi Indonesia

Lima negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada Maret 2024 adalah Negara Philippines, China, Japan, India, dan Thailand, dengan nilai masingmasing mencapai USD119,48 juta, USD15,50 juta, USD13,26 juta, USD10,84 juta, dan USD8,68 juta.

“Peranan kelima negara tersebut dalam ekspor Kaltara mencapai 73,69 persen terhadap total ekspor pada bulan Maret 2024,” sebutnya.

Jika dibandingkan dengan Februari 2024, sebagian besar terjadi peningkatan ekspor ke berbagai negara seperti Philippines dan Japan. Adapun negara China, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan mengalami penurunan jumlah ekspor.

Baca Juga :  Kopi Krayan Diharapkan Berkembang

Sementara itu, impor Kaltara pada Maret 2024 mengalami penurunan bila dibanding Februari 2024, yaitu sebesar 42,27 persen atau menjadi USD71,13 juta. Komoditi barang Migas tercatat tidak melakukan impor pada Maret 2024. Sedangkan untuk komoditi barang non migas tercatat melakukan impor hingga mencapai USD71,13 juta.

Penurunan nilai impor pada Maret 2024 disebabkan oleh penurunan nilai impor komoditi barang hasil industri menjadi sebesar USD70,75 juta atau turun 42,04 persen dan hasil tambang turun menjadi sebesar USD0,38 juta atau menurun 22,97 persen.

“Adapun hasil pertanian tercatat tidak melakukan transaksi impor pada bulan Maret 2024,” jelasnya.

Baca Juga :  Daging Ayam di Pasar Tenguyun Rp 48-55 Ribu per Kg

Neraca perdagangan kegiatan ekspor-impor melalui pelabuhan di Kaltara tetap menunjukan nilai yang positif (surplus). Pada bulan Maret 2024 neraca perdagangan surplus sebesar USD106,51 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 56,27 persen dibanding kondisi Februari 2024 yang surplus sebesar USD243,58 juta.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2920 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *