Permintaan Tinggi, PMI Berau Susun Skema Donor Darah Terjadwal

benuanta.co.id, BERAU – Tingginya permintaan berbagai jenis kantong darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau menyebabkan ketersediaan pun semakin menipis

Ketua PMI Berau, Fitrial Noor menegaskan sudah susun skema kegiatan donor darah secara terjadwal dan gencar sosialisasi ke lembaga organisasi, kelompok paguyuban serta sektor perusahaan

“Salah satu contoh, kita beberapa pekan lalu sudah kegiatan donor darah untuk masyarakat umum di Lapangan Pemuda sembari nonton bareng Timnas Indonesia,” ucapnya Jumat (10/5/2024).

Diketahui permintaan kantong darah dari calon penerima transfusi terbanyak merupakan dari golongan A dan O.

“Itu yang terbesar di Berau setelah itu ada B dan AB yang paling kecil,” tegasnya.

Apa lagi menurut Fitrial Noor, dengan menerapkan kegiatan terjadwal maka masa berlaku stok kantong darah untuk calon pasien yang membutuhkan tetap sehat.

Baca Juga :  Duet Golkar-PPP Diharapkan Kembali Terulang di Pilkada Berau 2024

“Karena masa kantong darah sehat hanya bisa bertahan sampai 35 hari sehingga dengan penerapan transfusi terjadwal, stok untuk calon pasien membutuhkan bisa terarah dan maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah dr Yushelly Dinda Pratiwi menambahkan penyebab permintaan tinggi stok kantong darah oleh masyarakat ke Kantor PMI Berau karena menurunnya antusias warga untuk lakukan transfusi.

“Apalagi tidak ada effort atau tidak ada kami lakukan donor darah menjemput bola itu masyarakat tidak mau datang ke PMI,” bebernya.

Terutama Shelly menegaskan permintaan kantong darah di RSUD Dr Abdul Rivai Tanjung Redeb sangat banyak bahkan total dalam sebulan bisa mencapai 300 kantong.

“Kami (PMI) akumulasi satu bulan bisa menghasilkan 300 lebih kantong darah. Paling dominan permintaan golongan darah O dan A untuk di RSUD Abdul Rivai,” urainya.

Baca Juga :  DPP Golkar Usung Syarifatul Syadiah Maju Pilkada Berau 2024

Lanjut Shelly menjelaskan untuk hari ini stok golongan darah A ada 3 kantong, B sebanyak 4, O berjumlah 7 serta AB mencapai 9.

“Kita ada menyimpan banyak di dalam kulkas khusus kantong darah. Cuma itu sudah milik orang lain atau sudah pencari pendonor dan di simpan di refrigerator . Tapi tidak bisa terpakai oleh yang membutuhkan kita bisa alihkan untuk calon pasien lain,” urainya.

Meski begitu, permintaan kantong darah yang tinggi yaitu di RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb itu menurutnya disebabkan untuk kebutuhab Packed Red Cell (PRC)

“Lalu ada untuk Whole Blood atau WB atau trambosit permintaannya itu harus 6 jam sebelumnya. Jadi misalnya kita banyak stok darahnya tapi tidak bisa dipakai sama pasien rumah sakit tersebut karena telah lewat 6 jam sehingga kita harus cari yang baru,” jelasnya.

Baca Juga :  PKM Kampung Bugis Tutup Sementara, Pasien Dialihkan ke Tanjung Redeb

Kendati demikian, pihaknya pun beri saran agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkab Berau untuk lakukan giat donor darah.

“Jangan hanya ada acara tertentu saja. Tapi harusnya rutin mengadakan per 3 bulan walaupun mungkin kami bisa ambil 10 kantong 5 kantong darah itu sudah berharga sekali buat PMI,” paparnya.

Dirinya pun optimis tenaga kesehatan di PMI selalu siap mendatangi setiap OPD terkait Pemkab Berau.

“Akhir bulan ini nanti ada donor darah dari jemaat Vihara sama Yayasan Insyallah terpenuhi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2672 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *