Inflasi Nunukan Tertinggi di Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan release data inflasi di Kaltara selama Maret 2024. Hasilnya, inflasi di Kaltara selama Maret 2024 sebesar 2,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,06.

Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai menguraikan ke dalam rilis, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Nunukan sebesar 3,92 persen dengan IHK sebesar 106,7 dan terendah terjadi di Kota Tarakan sebesar 2,00 persen dengan IHK sebesar 104,11.

“Inflasi y-on-y di Provinsi Kalimantan Utara terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” urainya.

Adapun indeks kelompok pengeluaran tersebut diantaranya, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,28 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,00 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,49 persen, kelompok transportasi sebesar 0,92 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,74 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,24 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,92 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,82 persen.

Baca Juga :  Maknai 29 Tahun Perjalanannya, Telkomsel Berkomitmen untuk Maju Serentak Berikan Dampak bagi Indonesia

Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,20 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,19 persen.

“Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Maret tingkat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,42 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,66 persen,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar Ahmaddien turut menguraikan ke dalam rilis inflasi di Kabupaten Nunukan yang dinilai tertinggi dibanding wilayah Kaltara lainnya.

Menurutnya, kenaikan inflasi ini disebabkan oleh perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Baca Juga :  Kopi Krayan Diharapkan Berkembang

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Nunukan, pada Maret 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,92 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 105,60 pada Februari 2023 menjadi 106,70 pada Maret 2024. Pada Maret 2024 Terjadi inflasi secara m-to-m dan y-to-d masing-masing sebesar 1,04 persen dan 0,65 persen.

Selain kenaikan harga, inflasi juga turut dipengaruhi oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, diantaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,67 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 10,03 persen, kelompok transportasi sebesar 1,34 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,44 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,23 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,28 persen.

“Indeks kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami penurunan atau deflasi sebesar 0,76 persen. Begitu juga dengan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,01, kelompok kesehatan sebesar 0,56, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,86. Untuk kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan,” bebernya ke dalam rilis yang dihimpun Benuanta.

Baca Juga :  Daging Ayam di Pasar Tenguyun Rp 48-55 Ribu per Kg

Adapun perbandingan inflasi antar tahun pada Maret 2024, tingkat inflasi y-on-y Kabupaten Nunukan sebesar 3,92 persen, inflasi m-to-m sebesar 1,04 dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 0,65 persen.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2963 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *