Petugas Dalami Informasi Penyu Mati Terapung di Laut Pulau Panjang Derawan

benuanta.co.id, BERAU – Beredar video penyu mati terapung di laut Pulau Panjang, Kepulauan Derawan, Kecamatan Derawan pada laman media sosial warga Bumi Batiwakkal, Senin (1/4).

Salah satunya video yang diunggah akun tiktok menunjukkan penyu mati diduga akibat pengeboman ikan atau Ilegal fishing.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1892 votes

“Ketemu lagi penyu mati. Kasihannya nah, hancur belakangnya (cangkang penyu),” kata si pengunggah sambil menunjuk posisi perairan di dekat Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Derawan Kamis (4/4).

Baca Juga :  Ambil Formulir, Marhana Datang ke DPC Partai Demokrat Berau Kenakan Baju Adat Bodo

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Muhammad Ilyas mengatakan, sudah ke lokasi penyu mati bersama tim Polairud Polres Berau serta jajaran di Polsek Pulau Derawan pada Rabu (3/4).

“Tanggal 2 April lalu dan hari Rabu kemarin sudah kami cek keliling Pulau Panjang tidak ketemu bangkainya,” ucapnya.

Pihaknya juga sudah mencoba menghubungi pemilik akun laman tiktok tersebut. “Kami juga lagi tanya ke pemilik akun tersebut apa kejadiannya itu betul kemarin,” bebernya.

Ilyas juga sudah melakukan observasi di sekitar lokasi ditemukannya penyu yang diduga akibat terkena bom bersama para nelayan.

“Kami juga ada dibantu oleh pihak Polsek Pulau Derawan. Dan biasanya bangkai penyu itu perlahan bakal ketemu di daratan sekitar Pulau Panjang,” terangnya.

Baca Juga :  LPG 3 Kg di Empat Kecamatan Dipastikan Aman Jelang Idul Fitri 

Kendati demikian, guna mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali bakal ada sosialisasi terkait dampak penangkapan ikan dengan cara dibom.

“Iya kita akan lakukan sosialisasi kepada warga, jangan gunakan alat yang akan mengancam hewan di laut. Ini supaya meminimalisir matinya biota laut nantinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Berau AKP Faisal menambahkan, sudah dapat Informasi tersebut dan kini tengah tahap penyelidikan.

“Kami lagi tindaklanjuti dan kita terus mencari tahu apa penyebab penyu itu mati di bom kah atau dari gigitan binatang laut kah, atau kena mesin kapal, kita masih cari tahu,” tuturnya.

Baca Juga :  Puncak Arus Mudik di Bandara Kalimarau Berlangsung hingga 16 April Mendatang

Ia menegaskan apa bila berhasil temukan siapa pelaku perusak ekosistem penyu bakal ditindak. “Kami akan proses pelaku dengan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya sudah bekerja sama dengan Polsek Pulau Derawan untuk mencari tahu apa penyebab penyu mati tersebut. “Tentunya kami akan konfirmasi ke media,” tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Pulau Derawan Iptu Iwan Purwanto menambahkan sudah lakukan patroli ditingkatkan. “Kita sudah lakukan patroli ditingkatkan terkait penyu mati tersebut,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *