TPU Nasrani di Juata Laut Kembali Rusak, 26 Makam Terdampak

benuanta.co.id, TARAKAN – Diguyur hujan deras, sebanyak 26 makam umat Nasrani di Jalan Bukit Mandiri, Kelurahan Juata Laut, 26 makam mengalami kerusakan parah.

Salah satu masyarakat, Jonni Lepa menjelaskan di lokasi tersebut terdapat aktivitas yang dilakukan pemerintah kota sehingga berdampak pada makam yang ada di TPU tersebut.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2012 votes

Ia meminta kepada pemerintah untuk melakukan siring di bagian tanah tersebut agar saat hujan tak berdampak pada makam yang ada di bawah.

Baca Juga :  Pria yang Gantung Diri di Juata Laut Sempat Tulis Wasiat

“Supaya makam di bawah tidak tertimbun. Karena keluarga almarhum yang di bawah itu tidak bisa diperbaiki, karena yang diatas belum di siring,” katanya, Senin (1/4/2024).

Timbunan tanah tersebut dikatakannya cukup tinggi mencapai hampir satu meter. Hal inipun juga menyebabkan Patane di pemakaman tersebut turut tertimbun.

“Saya ambil gambaran di makam orang tua saya, saya ke sana itu sudah habis tertimbun. Padahal tinggi makam orang tua saya 1 meter,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat permasalahan sengketa di TPU tersebut. Menurutnya, perlu peran dari pemerintah bersama tokoh masyarakat Nasrani untuk menyelesaikan persoalan sengketa itu.

Baca Juga :  Berkat Gubernur Kaltara, Bandara Juwata Tarakan Dapat Extra Flight Arus Balik dari 2 Maskapai

“Sampai sekarang belum ada komunikasi ke pihak pemerintah. Kita harapkan adalah komunikasi itu supaya ada jalan keluarnya karena sudah setahun lebih,” tukasnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Tarakan, Chaizir Zain menegaskan pihaknya dalam hal ini hanya mengelola TPU tersebut untuk perihal administrasi. Ia mengakui memang kondisi TPU tersebut cukup parah khususnya bagian bawah.

Saat ini tercatat terdapat 21 patane dan 67 jenazah di TPU Nasrani Juata Laut.

Baca Juga :  Momen Lebaran, 13 Ribu Penumpang Padati Pelabuhan Malundung 

“Memang ada itu air limpahan dari area makam Covid yang di atasnya. Tim Pemakaman juga sedang meninjau ke lokasi,” ujar Chaizir Zain.

Ia juga menuturkan bahwa teknis penanganan ini sudah dikomunikasikan dan akan ditangani oleh DPUTR. Namun, lagi-lagi penataan makam terkendala anggaran.

“Masalahnya memang sudah lama, tapi karena anggaran. Harus ada penahan air. Sudah kita komunikasikan juga ke Dinas PU,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *