Bankaltimtara Batasi Penukaran Uang Baru, Maksimal Rp 4 Juta per Orang

benuanta.co.id, BERAU – Bankaltimtara melalui sejumlah kantor cabang dan kas keliling melayani penukaran uang baru untuk keperluan Lebaran dan kebutuhan uang tunai di masyarakat. Adapun jumlah penukaran uang rupiah dibatasi maksimal Rp 4 juta per orang.

Hal itu diungkapkan Pimpinan Bidang Pelayanan dan Operasional Bankaltimtara, Dedi Winandar menyampaikan masyarakat dapat melakukan penukaran uang baru tersebut di 19 titik.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2018 votes

“Termasuk di seluruh kantor cabang Bankaltimtara yang ada di Kabupaten Berau,” ungkapnya Jumat (29/3/2024).

Baca Juga :  Terduga Pemilik Kayu Ilegal Dikantongi Satreskrim Polres Berau

Pihaknya secara khusus juga membuka pelayanan penukaran uang baru di pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah yang beroperasi sejak pukul 14.00-16.00 WITA.

“Tujuannya memberikan kemudahan bagi nasabah dalam mempersiapkan kebutuhan uang tunai selama libur Idulfitri 2024,” ucapnya.

Persiapan uang baru tersebut tidak terlalu banyak jika dibanding dengan tahun lalu. Pasalnya, pasca akhir tahun 2023 masih ada sisa dropping dari Bank Indonesia (BI) pada Februari 2024 lalu.

Baca Juga :  Momen Libur Lebaran, Dishub Berau Catat Ada 5.900 Wisatawan Masuk Dermaga Sidayang

“Dana tersebut sampai sekarang masih ada, sehingga itulah yang diedarkan kepada masyarakat. Itu juga telah ditambah dengan mengambil langsung stok uang baru di Samarinda, khusus kebutuhan pada momen Lebaran tahun ini,” jelasnya.

Sebab, BI tidak sampai dropping uang baru ke Berau. Kata Dedi, pecahan uang kecil sangat dibutuhkan oleh masyarakat, oleh sebab itu pihaknya sampai jemput bola ke Samarinda.

“Bankaltimtara menyiapkan penukaran uang untuk kebutuhan masyarakat. Namun, diberikan seperlunya sesuai kebutuhannya,” tuturnya.

Baca Juga :  Disbudpar Angkat Bicara Penarikan Retribusi Sepihak di Pulau Derawan

Sambung dia, karena apabila terlalu berlebihan dikhawatirkan dapat dijadikan bisnis tukar menukar uang.

“Pecahan yang disiapkan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu. Kami ingin betul-betul memberikan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk Lebaran. Khawatirnya masyarakat mengambil bukan untuk dirinya, tapi justru dijual kembali ke orang lain. Itu yang kami hindari, makanya dibatasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *