DKP Kaltara Tes Kandungan Formalin pada Ikan di Tiga Pasar Tradisional Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Mencegah adanya konsumsi produk perikanan berbahaya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara melakukan pemeriksaan hasil perikanan di tiga pasar tradisional yang ada di Tarakan pada Selasa, 26 Maret 2024. Tiga pasar tersebut diantaranya Pasar Tenguyun, Pasar Beringin dan Pasar Gusher.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui dugaan hasil perikanan mengandung bahan kimia. Hasilnya, tiga pasar tradisional di Tarakan menjual hasil perikanan yang aman dan bebas bahan kimia.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1994 votes

Pengawas Perikanan Ahli Utama DKP Kaltara Syaifullah mengatakan, pihaknya memeriksa hasil perikanan segar dan olahan produk perikanan. Pemeriksaan yang dilakukan menggunakan alat test kit formalin.

Baca Juga :  Arus Mudik Lancar, Pelanggaran Lalu Lintas Meningkat Selama Ops Ketupat 2024

“Kita ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk mengkonsumsi produk hasil perikanan,” katanya, Selasa (26/3/2024).

Dilanjutkannya, pemeriksaan ini dilakukan juga guna mengawasi produk perikanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Pengambilan sampel di tiga pasar tersebut langsung di uji laboratorium oleh Labkesda Kota Tarakan. Setiap pasarnya, pihaknya mengambil 7 sampel, yang terdiri dari 5 sampel ikan basah dan 2 sampel ikan kering.

Baca Juga :  Atasi Masalah Lingkungan, Pj Wali Kota Tarakan Upayakan Penanganan Sampah 

“Ikan basah itu sampelnya dari luar karena perjalanan jauh, tentu membutuhkan pengawetan yang lebih ekstra apabila dibandingkan dengan ikan lokal,” lanjutnya.

Berdasarkan uji sampel, seluruh hasil perikanan dinyatakan bebas dari formalin dengan bukti negatif pada kit formalin. Meski, banyak produk perikanan dari luar seperti Palu, Kabupaten Berau, dan Tawau, Malaysia.

Baca Juga :  Pj Wali Kota akan Evaluasi Tarif Masuk Pantai Ratu Intan

Kendati aman, namun pihaknya masih akan memeriksa lebih lanjut untuk fokus terhadap bahan kimia boraks.

“Meski kita tidak menemukan produk perikanan yang mengandung formalin, tapi ada beberapa produk perikanan yang terlihat tidak segar lagi, ya akhirnya kita himbau pedagang untuk supaya memperhatikan produk perikanan yang dijual. Tapi aman saja, karena kalau tidak laku itu mereka alihkan ke pakan ternak,” pungkasnya Syaifullah.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *