IMI Kaltara Pilih Jatim Sebagai TC Atlet Sebelum Laga PON XXI Aceh-Sumut

benuanta.co.id, TARAKAN – Provinsi Jawa Timur (Jatim) dipilih oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai training center atau pemusatan latihan menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh- Sumatera Utara (Sumut).

Diketahui, pada PON XXI 2024 Aceh- Sumut, IMI Kaltara berhasil meloloskan satu pembalap di cabang road raceatas nama Andri Aldo dan satu pembalap grasstrack atas nama Muhammad Rafli.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1897 votes

Kedua atlet tersebut lolos dengan menduduki posisi 10 besar di nomor perorangan standar. Adapun dipilihnya Jatim sebagai training center, lantaran dianggap sebagai kiblat bagi balap motor nasional di Indonesia.

Baca Juga :  Hilal di Kaltara Tak Terlihat, Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat

“Tapi saat ini para pembalap Kaltara yang akan berlaga PON masih menjalani pemusatan latihan mandiri,” ujar Ketua IMI Kaltara Krisbowo, Ahad (24/3/2024).

Pada training center mendatang, pihaknya akan menempatkan atlet untuk road race di Blitar. Sementara cabang grasstrack akan menjalani latihan di Malang.

“Nanti semuanya akan kita fokuskan ke Jatim. Kalau pembalap grasstrack kita sudah berada di Malang, karena kuliah di sana,” katanya.

Baca Juga :  Tipu Jual Besi Tua, AW Kuras Uang Korban untuk Main Judi

Selain kedua atlet tersebut, pihaknya juga mengasah kemampuan untuk atlet cadangan di Kota Tarakan. Nantinya atlet grasstrack atas nama Muhammad Rafli, akan dititipkan di salah sekolah grasstrack yang ada di Malang hingga menjelang tampil di PON.

“Kita berharap selain melakukan pemusatan latihan para pembalap juga mengikuti berbagai kejuaraan sebagai ajang uji coba,” imbuh Krisbowo.

Baca Juga :  Khatib Ingatkan Jaga Kualitas Ibadah dan Silaturahmi

Pelatih yang didatangkan oleh IMI Kaltara juga sudah disiapkan, sesuai dengan standar dari KONI Kaltara. Dipastikan pelatih yang akan mendampingi kedua atlet memiliki lisensi nasional. Para pelatih nantinya akan diikutkan pelatih di sekolah balap untuk mendapatkan sertifikat nasional.

“Untuk balap ini kita tidak ingin memasang target tinggi. Karena banyak banyak faktor bisa mempengaruhi penampilan pembalap, seperti performa kendaraan juga kan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *