Pembangunan Manusia di Kaltara Alami Kemajuan 0,88 Persen dalam 3 Tahun Terakhir 

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pembangunan manusia di Provinsi Kalimantan Utara terus mengalami kemajuan. Sejak tahun 2020, status pembangunan manusia Provinsi Kalimantan Utara sudah berada di level “tinggi”.

Selama 2020–2023, IPM Provinsi Kalimantan Utara rata-rata meningkat sebesar 0,88 persen per tahun, dari 71,00 pada tahun 2020 menjadi 72,88 pada tahun 2023.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2024 votes

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara Mas’ud Rifai, peningkatan IPM tahun 2023 didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak dan pengetahuan.

Dua indikator mengalami percepatan pertumbuhan yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) sebesar 1,07 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 0,93 persen dan Pengeluaran Riil per Kapita sebesar 4,11 persen dibanding tahun sebelumnya 3,03 persen. Sedangkan Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) pertumbuhannya sedikit lebih cepat dari 0,03 persen menjadi 0,04 persen.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,94 Persen Tahun 2023

“Sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pertumbuhannya melambat dari 1,76 persen menjadi 0,76 persen. Perkembangan IPM dan dimensi penyusunnya selama tahun 2020–2023,” katanya, Sabtu (23/3/2024).

Lanjut kata Mas’ud sapaannya, untuk Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2020 hingga 2023, UHH telah meningkat sebesar 0,12 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,04 persen per tahun. Pada tahun 2020, UHH Kalimantan Utara adalah 73,42 tahun dan pada tahun 2023 mencapai 73,54 tahun.

“UHH tahun 2023 meningkat 0,03 tahun (0,04 persen) dibanding tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2020-2022 (0,05 persen per tahun),” sebutnya.

Adapun untuk Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas.

Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2020 hingga 2023, HLS Kalimantan Utara rata -rata meningkat 0,70 persen per tahun, sementara RLS meningkat 1,26 persen per tahun. HLS tahun 2023 meningkat 0,14 tahun (1,07 persen) dibandingkan tahun 2022, lebih cepat dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2020-2022 (0,50 persen).

Baca Juga :  Persetujuan Pembentukan Pengadilan PHI dan Tipikor Kaltara Agustus Ini?

Tak hanya itu, Dimensi ketiga yang mewakili pembangunan manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan dengan pengeluaran riil per kapita per tahun (atas dasar harga konstan 2012) yang disesuaikan. Pada tahun 2023, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan masyarakat Kalimantan Utara mencapai Rp9,73 juta per tahun. Capaian ini meningkat 384 ribu rupiah (4,11persen) dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2020-2022 yang sebesar 3,39 persen per tahun.

Dilain sisi pada tahun 2023, pembangunan manusia di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Utara mengalami peningkatan. Capaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota cukup bervariasi.

“Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, umur harapan hidup saat lahir (UHH dari hasil LF SP2020) berkisar antara 73,11 tahun (Nunukan) hingga 74,24 tahun (Tarakan),” terangnya.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Meningkat Peminat Turun Drastis

Sementara pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah berkisar antara 12,39 tahun (Tana Tidung) hingga 14,21 tahun (Tarakan), dan rata-rata lama sekolah berkisar antara 8,26 tahun (Nunukan) hingga 10,36 tahun (Tarakan). Pengeluaran per kapita disesuaikan di tingkat kabupaten/kota berkisar antara 7,787 juta rupiah per tahun (Nunukan) hingga 11,992 juta rupiah per tahun (Tarakan).

Kota Tarakan selalu memiliki capaian tertinggi pada setiap dimensi penyusun IPM, sementara Kabupaten Nunukan hampir selalu memiliki capaian terendah.

Jika dilihat berdasarkan statusnya, capaian pembangunan manusia kabupaten/kota di Kalimantan Utara dengan menggunakan penghitungan UHH hasil LF SP2020.

“Terdapat 4 kabupaten/kota dengan status capaian “tinggi” yaitu Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, dan Kabupaten Tana Tidung. Sementara itu,Kabupaten Nunukan masih berstatus “sedang”,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *