Karhutla Masih Melanda Nunukan, Lahan di Depan GOR Dwi Kora Terbakar 

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karthula) terus terjadi di Nunukan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini.

Terbaru, lahan di depan GOR Dwi Kora Nunukan Jalan Sei Sembilan, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan terbakar pada Jumat (22/3/2024) siang.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1997 votes

Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Basir mengatakan Karthula tersebut terjadi dari siang hari hingga pukul 22.00 Wita.

Baca Juga :  Antisipasi Kecelakaan Berlayar, Dishub Nunukan Batasi Jam Penyebrangan

“Kejadiannya dari siang hari, api baru berhasil padam itu malam hari. Personel yang melakukan pemadaman di lapangan sempat kewalahan karna angin yang kencang sehingga api begitu cepat merambat,” kata Basir kepada benuanta.co.id, Sabtu (23/3/2024).

Dikatakannya, personel mengalami kendala saat melakukan pemadaman lantaran minimnya alat penerangan, serta personel yang kewalahan lantaran menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga :  267 Pelanggaran Selama Ops Ketupat Kayan di Nunukan

Diungkapkannya, sejumlah pihak ikut membantu proses pemadaman api baik dari personel BPBD Nunukan, Polres Nunukan, KPH, Lanal Nunukan, PMI Nunukan, TNI AD dan AL serta puluhan masyarakat yang ikut membantu memadamkan api secara manual.

Untuk penyebab terjadinya kebakaran, Basir mengatakan jika berdasarkan hasil pemeriksaan dilapangkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda upaya pembukaan lahan. Sehingga, lahan tersebut diduga terbakar lantaran faktor musim kemarau.

“Penyebab pastinya belum kita tauh, karena dilapangkan kita tidak temukan ada tanda-tanda sengaja di bakar atau pembukaan lahan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ribuan Botol Minyak Kemiri Asal Indonesia Gagal Diselundupkan ke Malaysia

Sementara itu, untuk total luasan lahan yang terbakar, Basir mengatakan jika saat ini pihak UPTD KPH Nunukan masih melakukan proses perhitungan dilapangkan.

“Untuk total luasanya masih dilakukan proses perhitungan di lapangan, begitupun dengan pemilik lahan masih kita cari informasinya,” terangnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *