SMKN 3 Tarakan Berikan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Siswa Magang

Tarakan – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tarakan kembali melakukan sosialisasi manfaat program dan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi siswa Kerja Praktek di SMK Negeri 3 Tarakan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan Wahyu Diannur memberikan apresiasi positif atas kebijakan pihak sekolah dalam memberikan jaminan perlindungan dengan mendaftarkan peserta didik dalam program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2023 votes

Wahyu mengatakan, perlindungan siswa magang ini sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2021 yang mewajibkan mahasiswa dan pelajar magang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan kematian.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Meningkat Peminat Turun Drastis

“Dengan dua program perlindungan yang iurannya hanya Rp 16.800,- per bulan. Jika siswa magang mengalami kecelakaan kerja mulai dari berangkat magang, sedang magang bahkan ketika pulang magang, maka seluruh biaya pengobatan rumah sakit ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan, dan bila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan untuk ahli warisnya sebesar Rp 42 juta.” ujarnya.

Baca Juga :  Tim Energi Tarakan Ikuti Lomba TTG dan Posyantek Tingkat Provinsi Kaltara

Wahyu berharap pola perlindungan yang dilakukan SMK N 3 Tarakan ini bisa menjadi contoh bagi SMK Lainnya di Provinsi Kaltara, peran serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara sangat dibutuhkan untuk menseragamkan pola tersebut.

Wahyu menambahkan resiko pekerjaan bisa terjadi di setiap orang sehingga setiap profesi perlu adanya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, dengan menjadi peserta Program BPJS Ketenagakerjaan, pekerja akan merasa aman saat beraktivitas di lingkungan kerja dan tidak perlu khawatir terhadap risiko kerja yang tidak tau kapan datangnya, karena semua jenis pekerjaan pasti memiliki risiko kerja dengan tingkatan yang berbeda-beda.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *