Diduga Main Masak-masakan, Terjadi Karhutla di Jalan Kampung Timur

benuanta.co.id, NUNUKAN – Diduga akibat sejumlah anak-anak bermain masak-masakan, lahan seluas 0,38 hektare di Jalan Kampung Timur, Kelurahan Nunukan Barat terbakar pada Senin (18/3/2024).

Kepala Subid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Basir mengatakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.11 Wita, sementara api berhasil dijinakkan pada pukul 18.48 Wita di area lahan gambut tersebut.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2023 votes

“Kita dapat laporan dari warga kalau ada kebakaran lahan, jadi kita langsung ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman,” kata Basir kepada benuanta.co.id, Selasa (19/3/2024).

Baca Juga :  Bea Cukai Nunukan Sebut Ekspor Minyak Kemiri ke Malaysia Tidak Dikenakan Cukai

Basir mengatakan, proses pemadaman api dilakukan oleh sejumlah personel baik dari BPBD Nunukan, Pemadam Kebakaran (PMK) Nunukan, serta sejumlah masyarakat sekitar yang ikut membantu.

Dikatakannya, untuk armada yang digunakan yakni 1 unit mobil tangki suplai dari BPBD, 1 unit mobil tangki suplai dari PMK, dan 1 unit motor trail dari BPBD.

“Kalau untuk penyebab kebakaran diduga api berasal dari kelalaian sejumlah anak-anak yang tengah bermain masak-masakan di tengah lahan,” ungkapnya.

Baca Juga :  121 CJH Nunukan Disuntik Vaksin Meningitis

Lantaran kondisi angin kencang, membuat kobaran api membesar dan akhirnya api tersebut tidak bisa di kendali anak-anak tersebut hingga merambat dan membakar lahan.

“Ini tentunya menjadi peringatan akan pentingnya kesadaran akan bahaya kebakaran hutan dan lahan, serta perlunya pengawasan ekstra terhadap aktivitas anak-anak di sekitar area rawan kebakaran, sehingga jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi, beruntung saja tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.(*)

Baca Juga :  Imigrasi Masih Periksa Intensif WNA Pembawa Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *