Akibat Hujan Lebat, Kampung Talisayan dan Kecamatan Sekitarnya Kena Banjir

benuanta.co.id, BERAU – Intensitas hujan deras yang telah terjadi sejak Jumat (15/3/2024) dini hari kemarin melanda Kabupaten Berau. Hujan awet hingga berlanjut pagi tadi.

Alhasil beberapa ruas jalan dan pemukiman warga Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan, Batu Putih, Biatan, Tabalar serta Kampung Buyung-Buyung kini tergenang air banjir.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1986 votes

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nofian Hidayat menjelaskan sudah kerahkan tim evakuasi dan patroli warga setempat.

Baca Juga :  Remisi Lebaran, Rutan Berau Bentuk Tim Penguatan

“Untuk mengevakusi warga yang terdampak kena banjir karena hujan lebat serta imbas terjadi luapan air di Sungai Arru Kecamatan Talisayan,” ucapnya Sabtu (16/3/2024).

Lebih lanjut, efek hujan lebat dan menyebabkan banjir kata dia, ketinggian air pun sangat bervariasi setiap kampung.

“Bervariasi ada yang mencapai 2-3 meter tapi di jalan aspal tidak sampai semata kaki. Tetapi teman-teman saat ini keliling patroli bahwa pemerintah hadir ke rumah warga kampung yang kena banjir,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Volume Sampah Meningkat 10 Persen

Ia menjelaskan tim evakuasi saat ini terus bergerak keliling rumah warga yang kena dampak banjir dan genangan air dari Hulu ke Hilir.

“Karena dari tadi tengah malam kembali hujan. Tim gabungan BPBD kini lagi keliling lakukan evakuasi warga yang terdampak agar ke tempat daerah lebih aman,” ungkapnya.

Bahkan Nofian sangat mengantisipasi terjadinya longsor dan ada sengatan arus listrik menimpa ke warga hingga ular.

“Apa lagi hewan ular pada keluaran ini dari sangkarnya. Ya karena itu tadi dampak dari banjir dan hujan lebat. Kita akan terus pantau masyarakat untuk evakuasi, ” ujarnya.

Baca Juga :  Disbudpar Angkat Bicara Penarikan Retribusi Sepihak di Pulau Derawan

Namun sambung dia, bagi warga yang tinggal di rumah panggung serta sudah sering terkena banjir agar selalu waspada serta rutin lapor Rukun Tetangga (RT).

“Sebab peristiwa genangan air di beberapa kecamatan tersebut sering terjadi setiap tahun dan jika tidak tinggal di rumah panggung mereka sudah mengungsi ke rumah keluarga lebih aman,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *