Realisasi Luas Panen Padi Tahun 2023 di Kaltara Alami Penurunan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2023 mencapai sekitar 6.500 hektare, atau mengalami penurunan sebesar 2.104 hektare (24,46 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 8.604 hektare.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas’ud Rifai, puncak panen padi pada 2023 sedikit berbeda dengan 2022, pada tahun 2023 puncak panen padi terjadi pada bulan Februari sedangkan untuk tahun 2022 puncak panen terjadi pada bulan Januari.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1988 votes

“Luas panen padi pada Februari 2023 adalah sebesar 1.833 hektare, sedangkan pada Januari 2022 luas panen padi mencapai 2.689 hektare,” katanya Senin, (4/3/2024).

Sementara itu kata Mas’ud, luas panen padi pada Januari 2024 mencapai 2.313 hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2024 diperkirakan seluas 2.729 hektare.

Baca Juga :  Tim Energi Tarakan Ikuti Lomba TTG dan Posyantek Tingkat Provinsi Kaltara

Dengan demikian kata Mas’ud, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 5.041 hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 665 hektare (15,19 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 yang sebesar 4.377 hektare.

Adapun produksi padi di Kaltara sepanjang Januari hingga Desember 2023 mencapai sekitar 23.602 ton GKG, atau mengalami penurunan sebanyak 6.932 ton GKG (22,70 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 30.534 ton GKG.

Produksi padi tertinggi pada 2023 terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 6.797 ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada bulan November, yaitu sekitar 364 ton GKG. Pada Januari 2024, produksi padi diperkirakan sebesar 7.663 ton GKG, dan potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April 2024 mencapai 8.821 ton GKG.

“Dengan demikian, total potensi produksi padi pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 16.484 ton GKG, atau mengalami kenaikan hampir 565 ton GKG (3,55 persen) dibandingkan 2023 yang sebesar 15.919 ton GKG,” terangnya.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,94 Persen Tahun 2023

Penurunan produksi padi terjadi di seluruh Kabupaten/Kota di Kaltara. Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2023 adalah Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Malinau . Sementara itu, kabupaten/kota dengan produksi padi terendah yaitu Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.

“Berdasarkan potensi produksi padi pada awal tahun 2024, beberapa kabupaten/kota dengan potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada Januari hingga April 2024 adalah Kabupaten Nunukan, Bulungan, dan Malinau,” sebutnya.

Sementara itu, kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah pada periode yang sama yaitu Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.

“Potensi penurunan produksi padi yang cukup besar pada Subround Januari–April 2024 dibandingkan Subround yang sama pada 2023 terjadi di Kabupaten Tana Tidung, Malinau, dan Bulungan,” tuturnya.

Sementara itu, potensi kenaikan produksi padi pada Subround Januari–April 2024 yang cukup besar terjadi di Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Meningkat Peminat Turun Drastis

“Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras , maka produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2023 setara dengan 13.992 beras, atau mengalami penurunan sebesar 4.109 ton (22,70 persen) dibandingkan 2022 yang sebesar 18.101 ton,” ujarnya.

Produksi beras tertinggi pada 2023 terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 4.029 ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan November, yaitu sebesar 216 ton.

Pada Januari 2024, produksi beras diperkirakan sebanyak 4.543 ton beras, dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2024 ialah sebesar 5.229 ton.

Dengan demikian, potensi produksi beras pada Subround Januari−April 2024 diperkirakan mencapai 9.772 ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 335 ton (3,55 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada Januari−April 2023 yang sebesar 9.437 ton beras.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *