Pemprov Kaltara Bahas Jadwal Pertemuan dengan Investor Malaysia

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara segera membahas penjadwalan untuk pertemuan dengan investor dari Malaysia yang berminat untuk berinvestasi di Kaltara.

Investor Malaysia menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi di Kaltara untuk sektor energi solar fram dan pertambangan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1988 votes

Pejabat Ahli Muda, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman mengatakan, agenda pertemuan selanjutnya akan segera dibahas. Mengingat dalam situasi ini para investor Malaysia memang tertarik untuk berinvestasi di bumi Benuanta.

Baca Juga :  Pengeluaran per Kapita Sebulan Daerah Perkotaan untuk Makanan Rp 817.846

“Kemungkinan besar kita jadwalkan bulan 6 nanti, karena masih ada beberapa persiapan lagi yang harus kita lakukan termasuk lokasi dan proposal terkait besaran dari nilai investasi yang bisa dilakukan,” kata Rahman, Ahad, 3 Maret 2024.

Pemprov Kaltara akan menyediakan lokasi seluas 50 hektare untuk pengembangan solar fram dan menentukan lokasi untuk pengembangan dari mega proyek ini.

“Kita bahas juga bersama dengan pemerintah kabupaten kota untuk menentukan daerah mana yang lokasinya sesuai untuk pengembangan solar fram ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Harga Telur Ayam Meningkat Peminat Turun Drastis

“Nantinya pemerintah kabupaten kota setuju terkait lokasinya dan para investor Malaysia juga tertarik dengan lokasi yang kita tawarkan. Barulah mega proyek ini bisa kita bahas lebih lanjut hingga persoalan pembangunan,” jelasnya.

Sedangkan terkait dengan estimasi anggaran, Rahman sendiri mengaku belum dapat merincikan. Pasalnya, untuk pembangunan solar fram berenergi 1 megawatt bisa memakan anggaran yang cukup besar.

Meski demikian, keuntungan yang akan didapatkan oleh Pemprov Kaltara pada pengembangan solar fram ini akan menjadi sangat besar. Pasalnya, para investor asal Malaysia sudah menegaskan untuk menanggung semua hal terkait pembiayaan.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara Tumbuh 4,94 Persen Tahun 2023

“Satu megawattnya itu bisa menggunakan satu hektare lahan, sehingga biayanya juga cukup besar. Apalagi solar fram yang akan dibangun akan berenergi 50 megawatt. Tapi pada dasarnya, mereka bersedia untuk berinvestasi asal lokasi yang kita tawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *