Operasi Keselamatan Mahakam 2024 di Berau, Soroti Knalpot Brong, ODOL hingga Helm

benuanta.co.id, BERAU – Polres Berau menggelar Operasi Keselamatan Mahakam Kabupaten Berau mulai tanggal 4 hingga 17 Maret mendatang.

Kapolres Berau AKBP Steyven Jonly Manopo mengatakan tujuan operasi Keselamatan Mahakam 2024 untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

“Khususnya dalam hal penggunaan helm dan sabuk pengaman. Gelar pasukan ini libatkan personel gabungan dari Kodim 0902 Berau, Polsek, Satuan Lalu Lintas, Dishub Berau, PMI, Senkom, dan Komunitas Keselamatan Jalan,” ucapnya Sabtu (2/3/2024).

Ia pun menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Mahakam 2024 akan menargetkan pengendara yang tidak patuh terhadap aturan lalu lintas

Baca Juga :  Sultan Gunung Tabur Adji Bachrul Hadie Tutup Usia

“Termasuk di antaranya tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman, serta menggunakan knalpot brong,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan lakukan razia di titik-titik tertentu di jalan utama Berau dengan memberikan teguran terlebih dahulu sebelum tindakan lebih lanjut.

“Kegiatan ini juga akan menyoroti pelanggaran lain seperti penggunaan handphone saat berkendara, mengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus, kecepatan berlebihan, dan kendaraan over dimension dan over loading,” bebernya.

Baca Juga :  Pemkab Berau Siap Buka Seleksi CPNS 2024

Dirinya berharap ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat pula untuk menyukseskan operasi Keselamatan Mahakam.

“Tentunya diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan dan mewujudkan kondisi keselamatan berlalu lintas yang lebih baik,” tuturnya.

Sebab kata dia, keselamatan berlalu lintas, bukan hanya tanggung jawab Polri saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.

“Melalui sinergi dan kerjasama yang baik, diharapkan dapat terwujud situasi dan kondisi Keselamatan, Keamanan, Ketertiban, dan Kelancaran (Kamseltibcarlantas) yang optimal,” tuturnya.

Terutama operasi Keselamatan Mahakam 2024 ini akan dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif.

Baca Juga :  2.030 Warga Sambaliung Proses Terima Sertipikat Tanah Program PTSL

“Melalui imbauan edukatif dan persuasif, patroli, serta penindakan pelanggaran lalu lintas gunakan berbagai metode termasuk penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Statis dan Mobile serta blanko teguran,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2963 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *