Transaksi di Indonesia Wajib Pakai Mata Uang Rupiah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono meresmikan Tugu Rupiah Berdaulat di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah pada 24 Februari 2024.

Dipilihnya Pulau Sebatik karena berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Ini juga menegaskan dengan negara tetangga jika ingin bertransaksi di Indonesia wajib menggunakan mata uang rupiah. Inilah pesan dibangunnya Tugu Rupiah Berdaulat.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1941 votes

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono, mengatakan, untuk memastikan ketersediaan mata uang dalam negeri, dan juga rupiah bukan hanya sekedar sebagai transaksi tapi adalah simbol kedaulatan negara, sehingga rupiah wajib hadir di seluruh wilayah Nusantara, termasuk di wilayah perbatasan.

Baca Juga :  Antisipasi Kecelakaan Berlayar, Dishub Nunukan Batasi Jam Penyebrangan

Salah satu wilayah perbatasan yang berbatasan langsung darat nya dengan negara lain adalah wilayah Sebatik di Kalimantan Utara.

“Kita punya 11 negara yang berbatasan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Doni kepada benuanta.co.id.

Oleh karena itu, Sebatik dipilih untuk menggaungkan rupiah agar masyarakat menggunakan mata uang dalam negeri secara maksimal, sehingga tidak ada ruang sedikit pun selain rupiah digunakan masyarakat.

Salah satu bentuk untuk mengingatkan kepada masyarakat oleh karena itu Bank Indonesia pertama kalinya membangun Tugu Rupiah Berdaulat di daerah perbatasan di sebatik.

Baca Juga :  Libur Lebaran, SAE Lanuka Jadi Tempat Favorit Warga Nunukan 

“Makna pembangunan Tugu Rupiah Berdaulat ini bertujuan untuk menegaskan rupiah adalah kedaulatan negara, juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rupiah dalam setiap transaksinya,” jelasnya.

Doni Primanto Joewono, menegaskan dengan negara tetangga jika ingin bertransaksi di Indonesia wajib menggunakan rupiah, inilah pesan utama dibangunnya Tugu Rupiah Berdaulat.

Sementara itu, Wakil Bupati Nunukan, H. Hanafiah, berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) bersama dengan Tentara Nasional Indonesia serta kepada semua pihak yang terlibat di dalam usahanya selama ini, untuk memastikan pengedaran uang Rupiah di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan bahkan hingga daerah Remote yang sangat sulit dijangkau aksesnya.

Baca Juga :  Arus Balik di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Meningkat

Dengan peresmian Tugu Rupiah Berdaulat ini, menandakan bahwa setiap masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan Rupiah yang layak edar di Sebatik. Sebagai wujud kecintaan, kebanggaan dan pemahaman terhadap mata uang Rupiah di kalangan masyarakat Kalimantan Utara khususnya di Sebatik.

“Selama 5 tahun masyarakat Sebatik telah memiliki kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap mata uang Rupiah yang terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan mata uang Rupiah yang sangat meningkat drastis. Rupiah telah digunakan pada setiap transaksi baik di pasar, minimarket, atau tempat lainnya,” ujarnya.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *