8 WNA Filipina Akhirnya Pulang Kampung Usai Bayar Denda Overstay Rp 120 Juta

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sempat tertahan lantaran overstay di Indonesia, delapan Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina akhirnya dipulangkan ke negaranya setelah membayar ratusan juta rupiah sebagai denda ke Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan.

Kepala Kantor Imigrasi Nunukan Ryan Aditya menyampaikan, 8 WNA tersebut diketahui tinggal lebih lama atau overstay selama 15 hari.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1941 votes

“Kalau berdasarkan Undang-undang Keimigrasian, denda yang dibebankan Rp 1 juta per hari. Sehingga dari kedelapan orang itu harus membayarkan Rp 15 juta per orang sesuai dengan masa overstay,” kata Ryan Aditya kepada benuanta.co.id, Selasa (20/2/2024).

Baca Juga :  Pelabuhan Sei Jepun Dipadati Penumpang Berwisata ke Sebatik

Total biaya denda yang dibayarkan oleh pihak agen kapal yang dinaiki oleh Anak Buah Kapal (ABK) ini sebesar Rp 120 juta ke kas Negara. Ryan menerangkan, 8 WNA tersebut telah pulang ke negaranya melalui Pelabuhan Internasional Tunon Taka Nunukan pada Jumat (16/2/2024).

Dijelaskannya, delapan WNA tersebut overstay lantaran melakukan bongkar muat barang, namun barang yang akan dimuat belum datang. Sehingga hal Itu membuat kapal tersebut menunggu hingga overstay, belum lagi ditambah adanya kerusakan di kapal.

Baca Juga :  Bawa Penumpang Dua Long Boat Tabrakan di Laut Sebatik 

“Kasus ini berhasil kita ketahui, saat personel di lapangan melakukan sweeping dan melakukan pemeriksaan dokumen terhadap kapal berbendera Filipina yang sandar di Dermaga Pelabuhan Tunon Taka beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Saat dilakukan pemeriksaan dokumen, kapal tersebut diberikan izin masuk selama 60 hari terhitung sejak 28 November 2023 dan seharusnya meninggalkan wilayah Indonesia pada 26 Januari 2024.

Baca Juga :  Arus Balik di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Meningkat

“Tapi saat kita periksa mereka masih ada di wilayah Indonesia, sehingga mereka dinyatakan overstay. Waktu itu kita tidak lakukan penahanan. Hanya dokumen mereka yang kita tahan, setelah mereka selesai membayar denda dokumennya kita kembalikan dan mereka bisa kembali berlayar pulang ke negaranya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *