80 Orang Tua Ikut Pelatihan Anak Berkebutuhan Istimewa

benuanta.co.id, BERAU – Bertempat di ruang Balai Mufakat, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Berau, sebanyak 80 orang tua ikut Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) berkebutuhan istimewa.

Menurut Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau Halijah, anak berkebutuhan istimewa butuh perhatian lebih berkaitan dengan proses belajar anak.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1941 votes

Oleh sebab itu, perlunya strategi
penanganan anak agar proses belajarnya berjalan lancar. “Sebab dalam proses belajar ada beberapa kondisi anak yang mengalami kesulitan dalam aspek membaca, menulis dan berhitung, dan ini merupakan hal yang penting dalam proses belajar anak,” ucapnya Sabtu (17/2/2024).

“Lalu kegiatan ini sampai besok ada kehadiran peserta dari orang tua ABK anggota Forum Peduli Anak dan guru pembimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan praktisi pendidikan dengan jumlah 80 peserta,” tambahnya kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Digadang Maju Calon Wabup, Fitrial Noor Sebut Masih Tim Sri Juniarsih

Kemudian jika aspek membaca, menulis dan berhitung anak berkebutuhan istimewa terus mengalami kesulitan maka menurutnya pun sulit menerima materi pembelajaran.

“Kondisi itu biasa disebut disleksia, kesulitan anak dalam berhitung disebut dengan diskalkulia dan kesulitan dalam menulis atau disgrafia,” ujarnya.

Alhasil kata dia, untuk menciptakan perkembangan kemampuan membaca, menulis dan berhitung pada anak dapat dilaksanakan dari rumah dan sekolah.

“Kerja sama antar guru di sekolah dan anggota keluarga di rumah dapat membuat perkembangan anak akan menjadi lebih optimal,” tuturnya.

Sehingga pihaknya menjelaskan peran guru dan orang tua perlu mendapatkan pengetahuan tentang strategi pembelajaran bagi anak yang mempunyai berbagai gangguan tersebut ABK.

“Saya optimis guru, orang tua bisa bersinergi sama-sama memberikan perhatian lebih untuk anak berkebutuhan istimewa,” tukasnya.

Sesuai peraturan daerah (Perda) Kabupaten Berau nomor 7 tahun 2019 tentang penyelenggaraan perlindungan penyandang disabilitas

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, sudah menyediakan Kawasan Tepian Sungai Segah yang berada di Jalan Ahmad Yani sudah tersedia trotoar khusus orang berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Lapas Berau Butuh Bantuan Filterisasi Air Bersih dari PUPR

“Salah satu contoh di tepian Ahmad Yani yang sekarang sudah selesai dan masih dalam tanggung jawab kontraktor itu kami sudah sediakan jalan untuk anak-anak berkebutuhan istimewa,” ucapnya.

Ia menjelaskan konsep jalanan khusus anak-anak berkebutuhan istimewa agar dapat menikmati suasana wisata tepian sungai segah. “Supaya mereka bisa menikmati keindahan alam pariwisata Tepian Sungai Segah,” ujarnya.

Meskipun pedestarian Tepian Sungai Segah belum diresmikan dan tampak makin banyak Pedagang Kaki Lima (PKL), dikatakan Bupati, bulan Maret mendatang akan menyediakan lapak pedagang yang lebih representatif.

“Atau rombong-rombong yang lebih bagus kemudian kursi-kursi yang menghadap ke laut serta ada jalur untuk anak-anak berkebutuhan istimewa di sana mereka bisa berjalan dan menikmati keindahan alam Berau salah satunya Sungai Segah,” ungkapnya.

Komitmen itu, kata Bupati Berau pertama dari kalangan wanita tersebut menegaskan sebagai penyemangat usai Bumi Batiwakkal menerima penghargaan pada bulan Januari lalu.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Volume Sampah Meningkat 10 Persen

“Pada tanggal 29 Januari lalu. Kabupaten Berau berhasil meraih keberhasilan pembangunan terbaik dua bidang pendidikan anak-anak berkebutuhan istimewa ini,” tuturnya.

Sehingga pihaknya yakin punya tanggung jawab dan bakal beri perhatian lebih kepada anak berkebutuhan istimewa. “Saya minta kepada Dinas terkait untuk mempelajari dan serius apa saja yang menjadi kebutuhan anak-anak kita yang berkebutuhan istimewa ini,” paparnya.

“Dan ini bisa menjadi panduan kepada orang tua supaya bisa ikhlas, sabar dalam menghadapi anak-anak kita yang luar biasa,” tambahnya.

Namun dirinya menegaskan selaku kepala daerah di Bumi Batiwakkal akan terus berupaya memberikan perhatian kepada anak berkebutuhan istimewa.

“Kami akan terus menjalin kerja sama seluruh perangkat terkait dan saya menaruh harapan kepada segenap jajaran OPD terkait bisa terus bersinergi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *