Napi WNA Pakistan Kabur dari RSUD Nunukan Sudah Diamankan Tim Gabungan 

benuanta.co.id, NUNUKAN – Tim gabungan aparat keamanan di Nunukan menangkap Hanif Ur Rahman WNA asal Pakistan, terpidana 6 tahun kasus keimigrasian yang kabur saat menjalani perawatan medis di RSUD Nunukan, Ahad (11/2).

Hanif Ur Rahman saat itu ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan, pada 11 Februari 2024.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1942 votes

Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham, mengatakan, pada hari Selasa 13 Februari 2024, sekitar pukul 21.50 telah dilakukan penangkapan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) sempat kabur saat dirawat di RSUD Nunukan.

Baca Juga :  Libur Lebaran, SAE Lanuka Jadi Tempat Favorit Warga Nunukan 

“Hanif Ur Rahman, di pidana 6 tahun penjara, dan perkara Keimigrasian,” kata Puang Dirham, Rabu, 14 Februari 2024.

Puang Dirham, juga menjelaskan peristiwa penangkapan setelah adanya laporan warga yang melihat pelaku melintasi sekitar rumahnya yang kemudian setelah di cross check melalui CCTV sesuai dengan ciri-ciri pelaku pelarian.

“Mengetahui hal tersebut warga langsung menghubungi petugas Lapas,” jelasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kecelakaan Berlayar, Dishub Nunukan Batasi Jam Penyebrangan

Setelah menerima informasi tersebut pihaknya bersama dengan aparat keamanan lainnya kemudian menyebarkan informasi melalui grup, dan selang tak berapa lama petugas lapas yang memang melakukan penyisiran di sekitar segera berkumpul dan mengepung terduga pelaku.

“Kami temukan Hanif bersembunyi di sela-sela bangunan dekat Musholla dan langsung dilakukan penangkapan oleh petugas lapas kami juga dibantu warga,” terangnya.

Baca Juga :  Bawa Penumpang Dua Long Boat Tabrakan di Laut Sebatik 

Narapidana Hanif ini setelah penangkapan kemudian diantar ke Polres Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan.

Setelah dimintai keterangan, WBP Hanif kemudian diantar ke Lapas Nunukan. Sesampainya di Lapas Nunukan WBP Hanif dilakukan pemeriksaan kesehatan, pembersihan dan kemudian dilakukan penahanan.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *