Gubernur Kembali Tekankan Netralitas ASN Jelang Pemilu

benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang menegaskan Aparatur Sipil Negara ASN harus bersikap netral pada Pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltara, Dr (HC) Zainal Arifin Paliwang dalam kegiatan Rakor Forkompinda kabupaten dan kota se-Kaltara menjelang pemilu serentak 2024 yang digelar di Tarakan Plaza pada Senin 12 Februari 2024.

“Saya menghimbau kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara untuk tetap menjaga netralitas,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Kendaraan Plat Luar Bakal Dibatasi Gunakan BBM Subsidi di Kaltara 

Lanjutnya, netralitas yang dimaksud, setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Termasuk memposting salah satu Caleg pilihannya di media sosial.

Netralitas Aparatur Sipil Negara ASN termuat dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Di dalamnya termuat sanksi bagi para pelanggar. Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada seluruh ASN untuk menjaga tindakannya terlebih saat memasuki masa tenang.

Tak hanya itu saja, hal ini juga terdapat dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menpan, Mendagri, BKN, KASN, dan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Netralitas Pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara).

Baca Juga :  Indeks Karakter Peserta Didik di Kaltara Meningkat

“SKB ini menegaskan agar seluruh pegawai ASN wajib menjaga netralitas dalam menyikapi situasi politik dan tidak terpengaruh atau memengaruhi pihak lain untuk melakukan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan atau ketidaknetralan” ungkapnya.

Menurutnya, pemilu merupakan pilar penting dalam demokrasi, dibutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut. Mantan Wakapolda Kaltara ini juga berpesan kepada KPU untuk memastikan agar seluruh logistik pemilu dapat didistribusikan dengan maksimal.

Baca Juga :  Pemprov Anggarkan Binlat Akpol dan Akmil di Kaltara

“Saya mengingatkan penyelenggara pemilu termasuk KPU dan Bawaslu untuk menjamin pelaksanaan berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Harapannya, partisipasi pemilih di Kaltara semakin meningkat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *