2 Korban Jiwa Speedboat Terbalik Asal Tarakan Dibawa ke RSUD Abdul Rivai, Penumpang Selamat Dievakuasi ke Maratua

benuanta.co.id, BERAU – Korban speedboat terbalik di perairan antara Pulau Kakaban dan Maratua yang membawa penumpang wisatawan lokal dari Kota Tarakan sebanyak 2 orang. Kedua korban dibawa ke RSUD Abdul Rivai Kabupaten Berau.

Penumpang yang selamat dievaluasi ke Pulau Maratua. Hal itu diungkapkan Kapolsek Maratua Iptu Taufik saat menerima konfirmasi benuanta.co.id via telepon seluler.

Data manifest jumlah penumpang dewasa yang menumpangi speedboat naas ini sebanyak 18 orang dewasa kemudian 3 anak kecil dan 1 motoris serta 1 Anak Buah Kapal (ABK).

“Berarti 23 orang itu yang dari Tarakan data manifestnya. Dan jumlah korban yang meninggal dunia ini ada dua orang dan tadi kami sudah berupaya lakukan pertolongan pertama di Klinik Maratua,” kata dia Sabtu (10/2/2024).

Ia menyebutkan dua korban meninggal dunia kecelakaan speedboat diketahui merupakan perempuan bernama Sumiyar dan Asih asal Kota Tarakan.

Baca Juga :  Harap Lestarikan Peninggalan Sejarah Naskah Kuno ke Bentuk Digital

“Untuk korban yang meninggal dunia, tadi sekitar jam 5 lewat sudah kami geser ke Berau tadi diperkirakan sampai di Berau jam 9 malam. Kemudian korban yang selamat termasuk anak-anak masih kami amankan bersama tim muspika Pulau Maratua,” ungkapnya.

Dalam sambungan telepon seluler, Taufik juga menjelaskan tujuan awal para penumpang dari Tarakan yaitu Pulau Derawan dan sempat bermalam satu hari sejak tiba hari Jumat 9 Februari lalu.

“Sampai di Pulau Derawan wisatawan lokal tersebut mereka bermalam,” ungkapnya.

Kemudian lanjutnya, Sabtu pagi para wisatawan saat bertolak mau ke Pulau Maratua pukul 07.77 Wita.

“Itu sudah ada pemandu wisata sama juru foto kurang lebih tadi penumpang dari Derawan rencana mau ke Maratua ini 26 orang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Terpidana Kasus Korupsi UPT Pasar SAD Terancam Dimiskinkan

Ia pun mengatakan penyebab awal mula terjadi kapal motor cepat berwarna biru putih itu terbalik tujuan ke Maratua saat memasuki perairan Pulau Kakaban karena cuaca buruk.

“Saat mau lewat pulau Kakaban, speedboat tersebut dihantam ombak yang tinggi dari arah sebelah sisi kiri, secara otomatis untuk posisi penumpang ini tergeser dan menyebabkan posisi tidak stabil speedboat tersebut terbalik diperkirakan pukul 9 lewat,” paparnya.

Dengan adanya informasi tersebut, polisi berpangkat dua balok itu langsung melibatkan tim warga pulau Kakaban dan Maratua untuk lakukan pertolongan pertama.

“Adanya informasi itu kami langsung gerak cepat. Meminta bantuan warga setempat termasuk long boat kita kerahkan tiga unit dan motoris speedboat yang ada lakukan pertolongan pertama dan ke TKP untuk membantu evakuasi korban,” bebernya.

Baca Juga :  Gamalis Siap jadi Bupati atau Wakil, Sinyal Pisah dengan Petahana

“Salah satunya kita evakuasi korban yang meninggal dunia tadi ke Klinik Maratua,” tegasnya.

Sementara itu untuk speedboat terbalik sudah diamankan dan berada di Kampung Payung-Payung Kecamatan Maratua.

“Karena saat evakuasi speedboat tadi sempat terkendala oleh ombak yang menyebabkan kapal sempat terombang ambing dan sulit dibawa ke daratan sekitar sehingga kita tarik tambatkan ke pelabuhan payung-payung. Insyallah besok pagi kami tarik ke Polsek Maratua,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2043 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *