Persoalan Banjir Kiriman Malaysia di Sembakung akan Dibahas BNPB

benuanta.co.id, NUNUKAN – Wilayah Kecamatan Sembakung di Kabupaten Nunukan berada di dataran yang lebih rendah dari daerah sekitarnya. Tidak heran, Sembakung sering kali mengalami bencana alam khususnya banjir.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid memberikan paparan kepada Deputi 3 Penanganan Darurat, Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia soal kondisi Sembakung, pada Rabu, 7 Februari 2024, dalam lawatan BNPB ke Nunukan.

Baca Juga :  Musim Kemarau di Nunukan akan Berlangsung hingga Maret

Berkaca dari pengalaman selama ini, kata Laura, banjir yang terjadi merupakan kiriman dari Malaysia. Secara letak geografis, Nunukan dengan Malaysia terhubung satu daratan.

“Langkah yang kami ambil untuk menghindari banjir di beberapa desa di wilayah Kecamatan Sembakung, kami sudah merelokasi beberapa daerah yang lebih tinggi,” kata Laura.

Namun, sebagian besar masyarakat masih belum direlokasi karena berbagai alasan dan pertimbangan. Kata Laura, selain banjir, wilayah Sembakung juga rawan terjadi bencana tanah longsor, karena kontur tanah di Sembakung labil.

Baca Juga :  Pastikan Kesiapsiagaan Prajurit, Lanal Nunukan Gelar Uji Tempur

Bupati berharap kunjungan dari BNPB kali ini akan bisa memberikan solusi dan tindak lanjut sehingga banjir dan tanah longsor tidak terus menghantui masyarakatnya di wilayah Sembakung.

Selain itu, Deputi 3 Penanganan Darurat, Mayjen TNI Fajar Setiawan mengatakan, keluhan pemerintah itu nantinya akan dibawa dalam pembahasan lanjutan agar cepat ditangani.

“Kami sudah mendengar keluh kisah warga di sini dan bupatinya, nanti akan kami sampaikan ke pimpinan,” terangnya.(*)

Baca Juga :  Bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni, Rp 20 Juta per Unit

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *