Target Tingkatkan Produksi Tani, Sekolah Lapang Petani akan Kembali Digelar DPKP Kaltara

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara terus melakukan percepatan kegiatan ketahanan pangan di awal tahun 2024.

Awal tahun 2024 ini, DPKP Kaltara kembali menggelar kegiatan Sekolah Lapang dengan melibatkan puluhan petani dari Desa Karang Agung Kabupaten Bulungan.

Kepala DPKP Kaltara, Heri Rudiono mengatakan kegiatan Sekolah Lapang kali ini mengambil tema pengelolaan tanaman terpadu di kelompok tani.

Pengelolaan tanaman secara terpadu harus bisa diorientasikan oleh para petani, agar dapat meningkatkan hasil produksi pertanian.

Baca Juga :  RSUD JSK Bakal Gelar Forum Konsultasi Publik

“Tidak hanya di Desa Karang Agung saja karena target kita Sekolah Lapang ini juga bisa diaplikasikan di desa lainnya, agar target produksi hasil tani kita bisa meningkat,” ungkap Heri, Kamis, 1 Februari 2024.

Tak hanya itu, Heri mengungkapkan Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) ini juga akan dilakukan secara bertahap di Desa Karang Agung dengan melibatkan para penyuluh pertanian.

Baca Juga :  Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Menurun 58,27 Persen

Setiap tahapnya akan mengorientasikan cara bertani yang berbeda seperti pengolahan lahan, pengecekan lahan termasuk pembuatan biosaka dan pestisida nabati serta pupuk organik cair.

“Kenapa harus diawasi setiap tahapnya, karena kita mengajarkan para petani ini cara bertani dengan pupuk dan benih padi yang berbeda pada umumnya. Serta cara baru dalam mengelolah lahan pertanian,” lanjutnya lagi.

“Karena kita ingin dengan bibit dan pupuk unggul yang baru ini serta dengan cara bertani tersistrmatis ini. Kita ini para petani bisa menghasilkan produksi sampai 1 ton padi di setiap 1 hektare lahan pertanian,” terangnya.

Baca Juga :  Nilai Investasi di Kaltara Selama Tahun 2023 Tercatat Rp 27 Triliun

Selain memberikan Sekolah Lapang, dalam kegiatan ini DPKP Kaltara juga memberikan bantuan benih padi kepada para petani berupa benih padi varietas INPARI.

“Kita menyesuaikan saja jumlah benihnya dengan luas lahannya, artinya fleksibel jika kurang. Maka akan kita tambah lagi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *