Kaltara Cenderung Hujan, BMKG Sebut Terdeteksi MJO di Wilayah Indonesia

benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi cuaca yang cenderung hujan beberapa waktu belakangan disebabkan adanya kondisi Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia.

Dikatakan Forecaster on Duty Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Raa’ina Farah Nur Annisa, kondisi MJO terpantau aktif yang secara spasial berpengaruh di sebagian wilayah Kalimantan.

“MJO ini pengertiannya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik,” katanya, (17/1/2024).

Biasanya MJO muncul setiap 30 sampai 49 hari, namun tidak selalu menyebabkan penguatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia jika dalam kategori lemah.

Baca Juga :  Indeks Karakter Peserta Didik di Kaltara Meningkat

Selain itu, terdapat Gelombang Kelvin juga terpantau di wilayah Kaltara. Sehingga terdapat kombinasi dari beberapa faktor yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Kaltara.

“Selain itu labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terpantau di wilayah Kaltara,” sebut Raa’ina.

Adapun cakupan dari MJO terbilang cukup besar, sehingga analisis perkiraan dampaknya mencakup sebagian besar wilayah Kalimantan. BMKG Tarakan memprakirakan kondisi hujan ini masih akan terus berlangsung hingga 2 hari ke depan.

Baca Juga :  Besok, Cuaca Kaltara Diperkirakan Cerah Berawan

Namun, selain faktor MJO, banyak faktor dinamika atmosfer lain yang turut mempengaruhi kondisi cuaca.

“Kondisi hujan saat MJO aktif juga tidak bisa dipastikan apakah lagi, sore, malam atau dini hari,” pungkasnya.

Adapun prakiraan cuaca pada siang hingga malam hari ini di wilayah Kaltara masih didominasi hujan ringan. Di antaranya untuk wilayah Tanjung Selor, Malinau, Tarakan.

BMKG Tarakan juga mengeluarkan warning terhadap risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yang mana untuk Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang(Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry(Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m)
Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).(*)

Baca Juga :  Program DPM Dibuka untuk Pekerja Pelaut di Bulungan, Ini Persyaratannya

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *