Pemeliharaan Rutin Makam Leluhur dan Destinasi Wisata

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Upaya pemeliharaan situs budaya dan destinasi wisata akan terus diupayakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Pada tahun 2023 lalu, Pemprov Kaltata melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara sudah melakukan beberapa kali rehabilitasi dan renovasi terhadap beberapa destinasi wisata termasuk beberapa item yang mengandung unsur budaya dan keagamaan.

Diungkapkan oleh Kepala Dispar Kaltara Njau Anau, dari data tahun 2023 rehabilitasi dan renovasi terhadap beberapa destinasi wisata sudah dilakukan termasuk renovasi makam-makam tokoh keagamaan.

Baca Juga :  Indeks Karakter Peserta Didik di Kaltara Meningkat

“Rehabilitasi Rumah adat Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, pembangunan fasilitas ziarah datuk Maharajalila Dinda di Desa Mansalong Kabupaten Malinau. Pengadaan sapras untuk makam Said Abdulah Bilfaqih di Desa Salimbatu dan pengecatan siring Sungai Kayan disekitar Kampung Arab, Kabupaten Bulungan,” kata Njau Anau pada Rabu 17 Januari 2024.

Menurut Njau Anau, renovasi dan rehabilitasi lokasi-lokasi itu ialah sebagai pemeliharaan dari Pemerintah agar lokasi-lokasi Budaya dan Destinasi wisata yang ada di Kaltara tidak cepat rusak. Mengingat lokasi-lokasi rehabilitasi dan renovasi itu merupakan lokasi yang sering dikunjungi oleh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Menurun 58,27 Persen

“Seperti makam parah tokoh adat, kebudayaan dan leluhur kita, kan banyak masyarakat yang selalu ziarah. Sehingga pemeliharaan rutin harus kita lakukan,” lanjutnya lagi.

“Sehingga ke depannya makam-makam yang biasa digunakan ziarah ini tetap membuat para penziarah betah untuk berkunjung,” ungkapnya.

Selain itu, ia menambahkan adanya pemeliharaan terhadap makam-makam leluhur ini juga sangat penting bagi pendidikan generasi muda, khususnya dalam mengenali sejarah dan kehidupan pekerti para leluhur.

Baca Juga :  Dualisme Pengelolaan, Status KKMB Kota Tarakan Masih Mengambang

“karena pendidikan seperti ini juga sangat penting, sehingga kita tidak merumus pada perkembangan Ekraf dan potensi wisata saja. Tapi pendidikan bagi generasi muda juga sangat penting melalui makam leluhur ini,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *