Begal – Begal di Gunung Selatan dalam Penyelidikan Polisi

benuanta.co.id, TARAKAN – Pencurian dengan kekerasan (curas) atau yang biasa dikenal dengan begal kembali berulah di wilayah Gunung Selatan, belum lama ini. Menyikapi hal itu tim pengamanan dari kepolisian kini mulai melakukan patroli.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kapolsek Tarakan Timur, IPTU Muhammad Ridho Aldwiko mengungkapkan pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. Namun, Kapolres Tarakan telah memerintahkan pihaknya untuk melakukan tindaklanjut dari persoalan itu.

“Sebenarnya saat malam kejadian itu kami juga patroli cuma memang beda jam. Kami patroli itu jam 10 malam. Kebetulan pihak kami dan Satreskrim Polres Tarakan sudah melakukan penyelidikan langsung,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (11/1/2024).

Dilanjutkannya, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui dengan jelas motif dari curas tersebut. Penyisiran di wilayah Gunung Selatan pun dilakukan polisi setiap malamnya.

Baca Juga :  Kurir Sabu 10 Kg Dituntut Jaksa 18 Tahun Penjara

“Patroli terus dikerahkan. Cuma memang belum ketemu jamnya saja,” lanjutnya.

Kondisi jalan di Gunung Selatan terbilang rawan kejahatan, lantaran tak adanya penerangan jalan di wilayah tersebut. Pun dengan kondisi jalanan, terdapat beberapa bagian jalan yang mengalami kerusakan. Meski marak terjadi pembegalan, penyelidikan yang pihaknya lakukan sedikit terkendala lantaran belum pernah adanya laporan resmi yang masuk.

“Kita pun tidak fokus ke sana, cuma masyarakat banyak yang mengaku pernah mengalami begal tapi tidak ada laporan juga ke kami,” tukasnya.

Sementara itu, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kelurahan Kampung Satu Tarakan, Himawan Sutanto mengungkapkan di wilayah Gunung Selatan terdapat 6 Rukun Tetangga (RT). Namun, yang menjadi titik rawan tak menjangkau seluruh RT yang ada di Kelurahan Kampung Satu.

Baca Juga :  Simulasi Kecelakaan Pesawat, Basarnas RI Tegaskan Personel Siaga 24 Jam

“Karena kan ada dua kelurahan di Gunung Selatan itu. Kalau dari arah Pepabri ada sekitar 6 RT. Rumah warga pun cuma ada di dua RT di sana,” tuturnya.

Disinggung mengenai pos kamling, ia menyebutkan hanya aktif di lereng tanjakan pertama saja. Ruas jalan sepanjang Gunung Selatan terbilang sepi, terlebih terdapat area hutan lindung di wilayah tersebut.

“Pos kamling kan hanya untuk pengamanan di lingkungan pemukiman warga. Itu jalan poros. Kalau ditaruh pos kamling di situ sepi juga, tapi rencananya ada dibuat pos kamling tapi dari tempat kejadian jauh. Karena kejadiannya wilayah hutan lindung,” bebernya.

Baca Juga :  Pleno Rekapitulasi Ditunda, KPU Tarakan Tunggu Instruksi KPU RI

Rerata warga yang melintas di Gunung Selatan tinggal di wilayah Juata. Lantaran Gunung Selatan merupakan jalan pintas terdekat dibandingkan melalui pusat kota. Hanya saja pada malam hari kondisi cenderung sepi. Pihaknya pun hanya dapat mengimbau kepada masyarakat agar tak melintas di atas jam 19.00 WITA.

“Rumah warga di sana juga bisa dihitung. Kita himbau jangan melintas sendirian kalau malam. Minimal ada yang menemani,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *