Negara Bisa Hemat Rp27 Triliun Bila Pilpres 2024 Satu Putaran 

benuanta.co.id, Tarakan – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Utara (Kaltara) menilai apabila Pilpres 2024 hanya satu putaran, maka negara bisa hemat anggaran hingga Rp27 triliun. Hal itu juga dapat menjaga stabilitas ekonomi hingga investasi.

Ketua Umum (Ketum) HIPMI Kaltara, Ahmad Syamsir Arief menilai Pilpres satu putaran lebih baik bagi ekonomi. Menurutnya, stabilitas politik akan membuat investor kembali menginvestasikan uangnya.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1942 votes

“Jika ditotal, negara bisa hemat sekitar Rp27 triliun,” katanya dalam siaran pers pada Ahad (7/1/2024).

Baca Juga :  Berkat Gubernur Kaltara, Bandara Juwata Tarakan Dapat Extra Flight Arus Balik dari 2 Maskapai

Dia menjelaskan penghematan anggaran tersebut terdiri dari Rp17 triliun untuk kebutuhan KPU dalam menggelar Pilpres putaran kedua, dan Rp10 triliun untuk keamanan dan lainnya.

Menurutnya, anggaran tersebut lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti bansos yang langsung bermanfaat bagi masyarakat. Arief berpendapat makin cepat presiden dan wakil presiden terpilih, maka stabilitas ekonomi akan cepat terjaga. Terlebih, stabilitas politik sangat penting untuk menjaga iklim usaha yang baik.

Baca Juga :  Febuari Kunjungan Wisman Meningkat Sebanyak 905 Kunjungan ke Kaltara

Saat ini, lanjutnya, baik pengusaha dalam dan luar negeri masih menunggu sambil mencermati dinamika Pilpres yang berlangsung.

“Makin cepat mengetahui siapa presiden dan wakil presiden terpilih, makin cepat juga berakhirnya wait and see yang dilakukan pengusaha,” tuturnya.

Arief menyebut saat ini investor asing tengah memarkirkan uangnya di luar negeri. Baik disimpan, atau sudah digelontorkan ke negara lain.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Harga Beras Relatif Stabil di Pasar Gusher

Artinya, ada potential loss atau risiko timbulnya kerugian yang terjadi. Lagipula, kepastian mengenai sosok presiden baru sangat baik untuk investasi di dalam negeri. Hal ini akan membuat investor yakin masuk ke Indonesia, terutama untuk investor sektor riil dan Foreign Direct Investment. (*)

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *