Pengawas SPBU Sengkawit Sebut Kuota 8 Ton Solar per Hari Cukup

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Empat tuntutan aksi demo terkait BBM di Tanjung Selor diterima DPRD Kaltara. Anggota DPRD Kaltara Muhammad Saleh Pangeran Khar mengatakan, empat tuntutan tersebut nantinya akan ia sampaikan dengan ketua DPRD Kaltara.

“Intinya kami bentuk pansus dulu sesuai dengan tuntunan keempat yang diinginkan para sopir dan mahasiswa, dengan instansi terkait untuk bagaimana dan apa yang akan kita perbuat agar tidak terjadi kelangkaan BBM,” ucapnya.

Baca Juga :  Cair! Polresta Bulungan Terima Hibah Rp 3,6 Miliar untuk Amankan Pilkada 2024

Saleh sapaannya, mengatakan pemerintah provinsi sebetulnya sudah mengusulkan untuk penambahan kuota BBM, hanya saja saat ini yang sedang ditelusuri penyebab kelangkaan BBM.

“Itu nanti akan dibuatkan pansus dan mencari solusi ke mana-mana saja pasokan BBM itu, dan kenapa bisa langkah nanti kita cari solusinya,” ungkapnya.

Salah satu pengawas SPBU di Jalan Sengkawit, Wawan membantah dugaan mahasiswa soal monopoli penjualan BBM jenis solar. Menurutnya, hal itu tidak ada. “Karena menurut saya memang BBM subsidi di Bulungan menurut kami memang sesuai,” katanya.

Baca Juga :  Penetapan Kursi DPRD Bulungan Tunggu Gugatan di MK Selesai

Untuk stok BBM jenis solar sebut Wawan, sekali pengisian 8 ton untuk SPBU. “Tapi kalau SPBU Sengkawit tiap hari pengiriman itu 8 ton kecuali hari Minggu. Dan kuota itu cukup aja selama ini,” pungkasnya.(*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *