Pneumonia Intai Kesehatan Anak di Berau

benuanta.co.id, BERAU – Tidak hanya Covid-19, masyarakat Kabupaten Berau diminta waspada terhadap potensi infeksi Bakteri Mycoplasma Pneumoniae yang menyebabkan penyakit Pneumonia pada anak.

Penyakit ini umumnya menyebabkan infeksi pada sistem pernapasan hingga merusak lapisan tenggorokan, paru-paru, dan batang tenggorokan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2008 votes

Hal itu disampaikan Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Halijah. Saat ini pihaknya telah menemukan beberapa kasus pneumonia anak di Berau.

Baca Juga :  Setiap Tahun Alur Pelayaran di Berau Mengalami Pendangkalan hingga 30 Cm

“Adapun penyebaran bakteri ini dapat terjadi melalui batuk atau bersin, terutama pada kelompok orang yang tinggal bersama atau menghabiskan waktu lama bersama-sama,” ungkapnya Rabu (13/12/2023).

Selain itu, kata dia penyakit ini juga dapat muncul di tempat-tempat ramai seperti sekolah, asrama, fasilitas pelatihan, dan tempat perawatan dalam jangka panjang.

“Gejala infeksi Mycoplasma Pneumoniae ini muncul 1 hingga 4 minggu setelah terinfeksi, termasuk demam, menggigil, batuk, kelelahan, dan sesak napas. Yang banyak diserang adalah anak-anak, sehingga dinamakan juga Pneumonia Anak,” ucapnya.

Baca Juga :  Jumlah Pendatang Tiba di Bandara Kalimarau Meningkat 24 Persen

Lebih lanjut, pihaknya menilai pneumonia adalah gangguan sistem pernapasan yang sering terjadi pada anak-anak.

Hal ini dikarenakan anak-anak masih memiliki sistem imun yang belum terbentuk sempurna, sehingga lebih rentan terinfeksi oleh patogen penyebab pneumonia.

“Penyakit ini dapat menular melalui percikan air liur ketika penderitanya batuk atau bersin. Seseorang dapat terkena infeksi mycoplasma pneumonia bila tidak sengaja menghirup percikan air liur tersebut,” tuturnya.

Baca Juga :  DPRD Berau Minta Mulok Bahasa Berau Direalisasikan, Disdik Sebut Begini

“Maka penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan juga sangat penting dalam mencegah terjadinya peningkatan pneumonia anak ini,” tambahnya.(*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *