PRIDE: Kartu “Start up” Prabowo-Gibran bisa Lahirkan Pengusaha Baru

Jakarta – Ketua Tim Relawan Prabowo-Gibran Digital Team (PRIDE) Anthony Leong menyebut program kartu start up yang dibawa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 itu dapat melahirkan pengusaha baru dari kalangan kaum muda.

Anthony mengatakan program tersebut merupakan bentuk perhatian Prabowo-Gibran dalam pengembangan bisnis untuk generasi milenial dan Z yang memiliki ide bisnis digital di era teknologi dan informasi ini.

“Karena memang bagaimana pun, Pilpres 2024 ini diisi 53 persen jumlah pemilih dan tentunya didominasi oleh kaum muda, kaum milenial, dan kaum gen z yang biasanya  para pengusaha dan calon pengusaha start up. Mereka punya preferensi digital bisnis yang berkaitan dengan era teknologi dan informasi,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Baca Juga :  PDIP Unggul 16,78 Persen di Hitung Cepat Sementara Indikator Politik

Program kartu start up, papar Anthony, diperkenalkan Prabowo-Gibran saat sebelum mendaftar ke KPU pada Rabu (25/10) lalu. Ia menyebut program itu ditujukan kepada kaum muda, milenial, dan gen Z, serta berbasis pada inovasi dan teknologi.

Ia berharap kartu start up bisa menjangkau dan menyasar kalangan kaum muda. Selain itu, ia juga yakin program tersebut bermanfaat dalam membuka lapangan pekerjaan baru.

“Saya harap program start up ini sangat relevan kepada anak-anak muda di zaman sekarang, mengingat mereka kerap terkendala modal saat ingin membuka start up atau bisnis, sehingga kami memberikan modal tersebut kepada mereka,” ujarnya.

Baca Juga :  Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat PPK di Hentikan Sementara 

Ia mengatakan program kartu start up merupakan keberlanjutan program Presiden Joko Widodo (Jokowi). Prabowo-Gibran menyempurnakan dan melengkapi program yang sudah dilakukan Jokowi dalam mendukung dan menumbuhkan start up baru di Indonesia.

“Kami nantinya akan menyempurnakan lewat tahapan-tahapan baru, tidak hanya kolaborasi dengan BUMN tapi juga memberikan satu ruang ekosistem swasta, bersama-sama mewujudkan misalnya 2.000 ‘start up’ baru. QPI (indikator kinerja kualitas) Prabowo-Gibran adalah munculnya ribuan atau puluh ribuan ‘start up’ baru,” kata Anthony.

Dari hasil kajian PRIDE, Anthony mengklaim program kartu start up sangat relevan dan dibutuhkan para pelaku start up, serta milenial dan gen Z dalam mengembangkan usaha mereka.

Baca Juga :  Prabowo Sambut Kedatangan Presiden saat Peresmian RS Pertahanan Negara

“Karena pada dasarnya program ini bukan sekadar janji, tapi bagaimana para PRIDE sudah mengkaji, dan program ini akan kita pakai sebaik mungkin untuk menghadirkan solusi terbaik untuk masyarakat,” kata dia.

Ia menambahkan, kartu start up ini, diharapkan para pelaku usaha juga bisa menjaga keberlangsungan usahanya dengan cara melakukan perhitungan bisnis yang baik, sehingga bisnis yang dibangun bisa bertahan lama.

“Tidak hanya me-launching ‘start up’ saja, kami juga berharap bisa menjaga sustainability (keberlanjutan), harus dilandaskan dengan hitungan bisnis, bukan hanya hitungan politik semata,” ucap Anthony.

 

Sumber : Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *