Bunda Literasi Kaltara Dorong Pemprov Bangun Fasilitas Khusus Difabel

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Disabilitas Nasional, Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmawati mendorong Pemerintah Provinsi Kaltara agar untuk membangun fasilitas umum untuk para penyandang disabilitas.

Hal ini diungkapkan oleh Rahmawati saat memperingati hari disabilitas internasional bersama para penyandang disabilitas seluruh Provinsi Kaltara, di Gedung Dinas Bersama, Pemprov Kaltara.

Menurut Bunda literasi Kaltara itu, adanya fasilitas khusus di Tempat-tempat umum untuk penyandang disabilitas sangatlah penting. Selain untuk membantu para penyandang Disabilitas, hal ini juga bisa menjadi penguatan Pemprov Kaltara dalam akses pelayanan umum.

Baca Juga :  Usulan CASN Kaltara Sudah Masuk ke Kemenpan RB, Jumlahnya 1.468 Formasi

“Kalau di Lingkungkan Pemprov Kaltara, saya rasa sudah bagus. Ada karena menyediakan fasilitas untuk kaum disabilitas. Tapi bagaimana dengan Pelabuhan, Terminal dan tempat-tempat umum lainnya,” kata Rahmawati pada Selasa 05 Desember 2023.

Ia mengungkapkan saat ini belum ada fasilitas khusus penyandang disabilitas yang tersedia ditempat-tempat umum. Sehingga ia pun mendorong Pemprov Kaltara agar bersama membangun fasilitas khusus penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Pemprov Anggarkan Binlat Akpol dan Akmil di Kaltara

“Seperti toilet, kursi roda atau jalan khusus kursi roda, masih banyak yang belum tersedia. Tapi saya yakin, untuk hal ini Pemprov Kaltara pasti bisa,” ujarnya.

Dalam momentum peringatan penyandang disabilitas Internasional ini, Rahmawati menyampaikan pesan agar para penyandang Disabilitas tetap semangat dalam berkarya.

Tak hanya itu, Rahmawati pun ingin menyadarkan masyarakat umum agar lebih peduli lagi dengan penyandang disabilitas dan tidak memandang mereka dengan sebelah mata.

Baca Juga :  Program DPM Dibuka untuk Pekerja Pelaut di Bulungan, Ini Persyaratannya

“Perhatian khusus harus kita berikan kepada mereka, karena mereka juga memikiki semangat yang sama dengan kita dalam berkarya,” lanjutnya lagi.

“Hal ini terbukti dengan banyaknya karya yang mereka tampilkan tadi. Ada penyandang tunarungu yang bisa menari, bernyanyi hingga berpantonim yang tidak semua kita bisa melakukannya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *