Bapak Asuh Stunting Masih Sedikit, Angka Stunting Tarakan 15,6 Persen

benuanta.co.id, TARAKAN – Bapak Asuh memiliki peran penting dalam upaya penurunan angka stunting di suatu daerah. Bapak Asuh terlibat dalam penyaluran bantuan untuk anak stunting guna meningkatkan gizi anak-anak yang mempunyai masalah dalam tumbuh kembang anak yang ditetapkan stunting.

Namun, Wakil Wali Kota Tarakan mengeluhkan masih sedikitnya Bapak Asuh stunting di kota ini. Hal itu sangat disayangkan terutama dalam hal upaya menekan angka stunting sesuai cita-cita pemerintah dari pusat hingga ke daerah.

“Bapak Asuh di Tarakan baru dari Kodim 0907/ Tarakan,” ucap Wakil Wali Kota Tarakan, Effendhi Djuprianto, Kamis (30/11/2023). Seolah-olah maksud pemkot agar muncuk Bapak Asuh lainnya di Kota Tarakan agar cepat masalah stunting terentaskan.

Baca Juga :  Pleno Rekapitulasi Ditunda, KPU Tarakan Tunggu Instruksi KPU RI

Ia juga mengakui jika selama ini pihaknya masih mengandalkan APBD dalam penanganan stunting termasuk program Bapak Asuh. Dalam rangka menambah jumlah yang masih kurang tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tengah mengajak 15 perbankan untuk terlibat menjadi Bapak Asuh.

Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi kepada pihak perbankan untuk memberikan informasi terkait kasus stunting di Kota Tarakan. Setelah melakukan sosialisasi, ia kembali mengadakan kembali dengan pihak perbankan. Dari pertemuan itu, pihak perbankan meminta Pemkot Tarakan untuk mengajukan proposal pengajuan Bapak Asuh.

“Sudah kita buat dan kirim ke Bappeda untuk dikoreksi dan sebentar akan dikirim kembali ke 15 bank yang ada di Tarakan,”katanya.

Ia menjelaskan, Bapak Asuh merupakan program hasil kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam menyalurkan bantuan kepada anak stunting. Program ini dilakukan untuk meningkatkan gizi anak-anak yang mempunyai masalah dalam pertumbuhan.

Baca Juga :  Simulasi Kecelakaan Pesawat, Basarnas RI Tegaskan Personel Siaga 24 Jam

Menurutnya, keterlibatan Bapak Asuh bisa membantu menganggarkan pemberian makanan tambahan pada keluarga beresiko stunting.

“Tahap pertama kita bantu peningkatan gizinya. Setelah punya penghasilan sendiri, mereka tidak lagi bergantung. Kalaupun tidak ada pekerjaan, sebisa mungkin kita beri pekerjaan,” ungkapnya.

Dalam hal mempercepat penurunan stunting, Keterlibatan sebagai Bapak Asuh anak stunting, sangat diperlukan. Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh pihak baik korporasi, lembaga, dan perorangan di Tarakan untuk ikut menjadi Bapak Asuh.

Angka stunting terakhir Kota Tarakan sebesar 15,6 persen. Pihaknya juga menargetkan angka stunting bisa turun hingga 10 persen. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kerjasama seluruh stakeholder terkait yaitu pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Baca Juga :  Polisi Masih Mencari Tahu Penyebab Berkurangnya Kuota BBM Subsidi di Tarakan

“Stunting merupakan masalah serius yang memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan anak,” pungkasnya.

Belum lama ini, pada 28 November 2023, Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN (Persero) UID Kaltim-Kaltara telah menyalurkan 500 paket bantuan sosial untuk penanganan stunting di Kota Tarakan setelah sebelumnya 500 paket telah disalurkan d Kaltim. Langkah PLN ini perlu diikuti oleh perusahaan lainnya yang bergerak di wilayah Tarakan hingga Kalimantan Utara. Walaupun telah ada perusahaan lain melakukannya namun belum masif.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *