Mengajar Bahasa Inggris dan Bernyanyi untuk Anak-anak di Pulau Maratua

benuanta.co.id, BERAU – Yayasan Kalasahan Maratua Indonesia merupakan organisasi yang bertujuan mengedukasi anak-anak yang berada di daerah terpencil pun agar bisa berbahasa Inggris dengan fasih dan lancar.

Sistem edukasi Kalasahan adalah membiasakan anak-anak dari kecil untuk berbahasa Inggris, mulai dari berkomunikasi antar anak, bernyanyi hingga bermain menggunakan bahasa Inggris.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2010 votes

Anak-anak dibiasakan belajar di ruang terbuka, dipinggir pantai dan memanfaatkan alam sebagai tempat belajar yang nyaman.

Mereka juga mempunyai rumah pohon dan dipakai untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar.

Baca Juga :  Jawab Keluhan Bupati, Manajemen RSUD Abdul Rivai Bentuk Layanan Sapa Aku

Selain itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih yang turut meninjau kegiatan belajar mengajar Kalasahan mengapresiasi karena telah memberikan ilmu yang berharga, berupa pemahaman berbahasa asing kepada anak-anak di berbagai usia.

“Saya sangat senang melihat anak-anak yang antusias belajar di pinggir pantai,” ucapnya Ahad (25/11/2023).

Sri mengatakan, walaupun Kecamatan Maratua termasuk kecamatan terpencil di Kabupaten Berau, dirinya menyebut semangat anak-anak Maratua untuk belajar patut diacungi jempol dan dicontoh oleh kecamatan yang lain.

“Semangat anak-anak di sini untuk belajar harus dilihat dan dicontoh oleh kecamatan lain di Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Dirinya berharap Kalasahan dapat terus maju dan berkembang, menanamkan berbahasa asing mulai dari kecil.

Baca Juga :  Disbudpar Angkat Bicara Penarikan Retribusi Sepihak di Pulau Derawan

Supaya ketika ada wisatawan asing datang ke Maratua, mereka mampu berkomunikasi dengan lancar.

“Harus dibiasakan mulai dari kecil agar dapat lancar berbahasa asing,” ujarnya.

Kemudian, Sri juga menuturkan akan mendukung pembangunan rumah pohon yang layak bagi Kalasahan, agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi anak-anak.

“Kami akan mendukung pembangunan rumah pohon yang disertai ruang baca untuk anak-anak Maratua,” bebernya.

Terpisah, Founder Kalasahan, Sherly mengatakan Kalasahan terbentuk sejak tahun 2020.

“Kalasahan diambil dari bahasa Bajau yang berarti kesayangan. Kalasahan sudah memasuki tahun ketiga dan memiliki anak didik kurang lebih seratus anak dari umur 5 tahun hingga 16 tahun,” tuturnya.

Baca Juga :  Momen Libur Lebaran, Dishub Berau Catat Ada 5.900 Wisatawan Masuk Dermaga Sidayang

Dirinya menjelaskan Kalasahan memiliki 10 Kelas, mulai dari hari Senin, Selasa, Rabu, dan Jum’at, namun, untuk sekarang kelas belajarnya digabung dari umur 5 tahun hingga 16 tahun.

Kendati demikian, Sherly berharap Kalasahan dapat tumbuh di tempat terpencil yang memiliki pemandangan alam dan destinasi wisata yang indah.

“Agar ketika turis datang orang lokal dapat memandu dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” imbuhnya.

Semoga kedepan dengan adanya pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak lokal tidak hanya menjadi penonton saja melainkan dapat berkomunikasi dengan lancar dengan para wisatawan mancanegara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *