Pelatihan Guru Pendamping Khusus Dalam Penyelenggaraan Sekolah Inklusi Tahun 2023

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara melalui bidang Pembinaan Pendidikan Khusus (PPK), mengadakan pelatihan khusus yang bertujuan mempersiapkan tenaga pengajar pada sekolah inklusi yang ditetapkan dan meningkatkan kompetensi calon guru pendamping di sekolah inklusi, pada 14 -16 November 2023.

Pelatihan ini dihadiri oleh guru Non PLB dan reguler yang berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Kaltara. Pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan calon guru pendamping yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah inklusi di seluruh Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Disdikbud Kaltara, Anugraha, M.Pd menyatakan, kompetensi yang ditingkatkan melalui pelatihan ini sangat penting untuk memastikan pendidikan inklusif yang berkualitas bagi semua siswa.

“Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan beragam materi dan praktik, mulai dari pemahaman mendalam tentang kebutuhan khusus anak-anak dengan berbagai tantangan dalam belajar, hingga strategi pengajaran yang inklusif dan efektif,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Anugrah, mereka juga dilatih dalam hal manajemen kelas yang inklusif, penggunaan teknologi sebagai alat bantu dalam pembelajaran, serta pendekatan kolaboratif antar guru, orang tua, dan tenaga profesional terkait.

Para peserta menyambut baik inisiatif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara ini dalam menyediakan platform pelatihan yang komprehensif bagi mereka yang berminat menjadi guru pendamping di sekolah inklusi. Mereka berharap pelatihan seperti ini akan terus diadakan secara berkala, untuk memperkuat persiapan dan kualifikasi para calon guru pendamping.

Sekolah inklusi memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan ramah bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

“Dengan adanya upaya pelatihan seperti ini, diharapkan kualitas pendidikan inklusif di Kalimantan Utara dapat terus meningkat dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi semua anak,” tutup Anugrah.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *